Fakta Nasional

Raffi Ahmad Minta Maaf Terkait Kontroversi Kehadirannya di Acara Sumpah Pemuda

Raffi Ahmad mengungkapkan permohonan maaf atas kontroversi yang menyertai kehadirannya di Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026, menekankan pentingnya ketelitian dalam menerima undangan.

F
Fidzu Ardaf
01 November 2026
18 pembaca
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni (UKP Muda Seni) Raffi Ahmad (IDN Times/Misrohatun)
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni (UKP Muda Seni) Raffi Ahmad (IDN Times/Misrohatun)

Raffi Ahmad, yang menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, menyampaikan klarifikasi mengenai kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang berlangsung di depan Pos Polisi Thamrin, Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026). Ia meminta maaf atas kegaduhan yang muncul setelah kehadirannya menjadi sorotan publik.

Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Raffi menjelaskan bahwa ia hadir sebagai undangan dari penyelenggara dan tidak memiliki niat untuk merendahkan perjuangan generasi muda. Ia menegaskan bahwa polemik yang terjadi menjadi pengingat baginya untuk lebih berhati-hati dalam memahami informasi dan undangan sebelum menghadiri suatu acara.

Pernyataan Raffi tentang Kehadirannya

Raffi mengungkapkan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut merupakan bentuk memenuhi undangan. Ia menyatakan bahwa selama ini ia selalu berusaha untuk hadir dalam setiap undangan yang diterimanya, meskipun hanya bisa hadir sebentar. "Sudah menjadi kebiasaan dari sejak dulu, di setiap ada undangan, siapa pun yang mengundang saya, insyaallah saya selalu mengupayakan untuk hadir walaupun sebentar," ujarnya dalam video klarifikasinya.

Ia menekankan bahwa kedatangannya dilakukan dengan niat baik, tanpa maksud merendahkan perjuangan generasi muda. Namun, Raffi menyadari bahwa niat baik harus diimbangi dengan ketelitian dalam memahami kegiatan yang akan dihadiri. "Saya mohon maaf dari hati saya atas kegaduhan yang timbul dari kehadiran saya. Saya sangat memahami bahwa niat baik tetap perlu disertai ketelitian pada setiap kegiatan yang akan dihadiri," katanya.

Pentingnya Menyebarkan Informasi yang Akurat

Raffi juga menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia mengingatkan publik untuk menjauhi ujaran kebencian, cacian, dan fitnah saat menyampaikan pendapat. Menurutnya, polemik yang terjadi menjadi bahan evaluasi pribadi agar lebih teliti dalam memahami informasi sebelum mengambil keputusan. "Dan kejadian ini menjadi pengingat bagi saya untuk lebih teliti memahami informasi dan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah," ucapnya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang memberikan kritik, masukan, dan pandangan terhadap dirinya. Raffi berpendapat bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing untuk berkontribusi dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Sebelumnya, kehadiran Raffi Ahmad dan kreator konten Willie Salim dalam acara tersebut menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa mereka adalah peserta bayaran yang mengenakan atribut almamater perguruan tinggi.

Polda Metro Jaya, sebagai penyelenggara, memberikan tanggapan atas polemik tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa Raffi dan Willie diundang oleh kepolisian. Polda Metro Jaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan menyatakan bahwa kritik yang muncul akan menjadi bahan evaluasi. Menutup klarifikasinya, Raffi kembali mengucapkan terima kasih atas perhatian, kritik, dan masukan yang diberikan oleh masyarakat, berharap penjelasan tersebut dapat memperjelas situasi dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak. "Terima kasih sekali lagi atas perhatian, kritik, dan masukan yang diberikan. Semuanya ini pastinya menjadi pembelajaran bagi saya untuk terus memperbaiki diri," jelasnya.

Artikel Terkait