Tuesday, 12 May 2026
Fakta Pendidikan

BRIN Mengidentifikasi 10 Spesies Anggrek Baru di Indonesia, Beberapa di Antaranya Berasal dari Australia

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaporkan penemuan sepuluh spesies anggrek baru di Indonesia, yang menegaskan kekayaan keanekaragaman hayati anggrek di negara ini.

D
Dila Rakasiwi
10 May 2026 9 pembaca
BRIN Mengidentifikasi 10 Spesies Anggrek Baru di Indonesia, Beberapa di Antaranya Berasal dari Australia
detik.com Sumber: detik.com

Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) telah mengumumkan penemuan sepuluh spesies anggrek baru di Indonesia. Penemuan ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman anggrek yang sangat tinggi di dunia. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Lankesteriana volume 26 (1) tahun 2026 dengan judul "Ten New Orchid Records from the Indonesian Archipelago". Pencarian spesies anggrek ini dilakukan dengan melibatkan berbagai mitra.

Mitra yang terlibat dalam penelitian ini antara lain Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara, Yayasan Konservasi Biota Lahan Basah, Universitas Samudra, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Aninda Retno Utami Wibowo, peneliti dari PRBE BRIN, menyatakan bahwa penemuan ini menunjukkan potensi besar keanekaragaman anggrek di Indonesia yang masih belum terungkap.

Potensi Keanekaragaman Anggrek di Indonesia

Menurut Aninda, banyak spesies anggrek yang belum teridentifikasi, terutama di Kawasan Wallacea dan wilayah timur Indonesia. "Temuan sepuluh rekaman baru ini menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Kawasan Wallacea dan wilayah timur Indonesia, masih menyimpan banyak potensi keanekaragaman anggrek yang belum terdokumentasi. Eksplorasi lapangan dan kajian koleksi herbarium perlu terus diperkuat untuk memperkaya data biodiversitas nasional," ungkapnya.

Diperkirakan, Indonesia memiliki sekitar 5.000 spesies anggrek, namun jumlah spesies yang sudah teridentifikasi masih jauh dari optimal. Berikut adalah daftar sepuluh spesies anggrek baru yang telah diidentifikasi oleh BRIN:

  • Asal Sumatera:
    • Bulbophyllum nematocaulon
    • Bulbophyllum sanguineomaculatum
    • Cleisomeria lanatum
    • Corybas calopeplos
    • Corybas holttumii
  • Asal Jawa:
    • Acanthophippium bicolor
    • Anoectochilus papuanus
  • Asal Kepulauan Nusa Tenggara:
    • Dendrobium teretifolium
  • Asal Kalimantan:
    • Bulbophyllum thiurum
  • Asal Sulawesi:
    • Aerides augustiana

Metodologi Penelitian dan Temuan Menarik

BRIN menjelaskan bahwa penelitian terhadap sepuluh spesies anggrek baru ini dilakukan melalui eksplorasi lapangan yang berlangsung dari tahun 2020 hingga 2024 di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Para peneliti melakukan berbagai tahapan, mulai dari pengambilan spesimen, dokumentasi morfologi, pengawetan herbarium, hingga analisis perbandingan dengan koleksi nasional dan internasional.

Selama penelitian, tim menemukan pola persebaran anggrek yang menarik secara biogeografi. Salah satu contohnya adalah spesies Anoectochilus papuanus yang sebelumnya diketahui hanya ada di Papua dan Kepulauan Solomon, namun ditemukan juga di Jawa Timur. Selain itu, spesies Dendrobium teretifolium yang sebelumnya hanya diketahui berasal dari Australia, kini juga tercatat ada di Nusa Tenggara Timur.

Melalui penelitian ini, ilmuwan dari BRIN dan mitra memberikan informasi mengenai habitat, ekologi, fenologi, dan karakter morfologi masing-masing spesies anggrek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa spesies tumbuh di hutan pegunungan, rawa dataran rendah, hingga kawasan hutan lumut dengan kondisi lingkungan yang spesifik.

BRIN berharap data yang diperoleh dapat menjadi dasar penting untuk konservasi flora di Indonesia, terutama di kawasan yang masih minim eksplorasi. "Dokumentasi spesies yang akurat diperlukan untuk mendukung perlindungan habitat serta penguatan kebijakan konservasi berbasis data ilmiah," tutup BRIN.

// Artikel Terkait