Fakta Pendidikan

Dampak Pemadaman Listrik Bergilir Terhadap Perangkat Elektronik dan Data Digital

Pemadaman listrik bergilir yang terjadi belakangan ini menimbulkan berbagai risiko, terutama bagi perangkat elektronik dan data digital. Seorang pakar dari Universitas Muhammadiyah Malang menjelaskan...

A
Agustinus Jaya Wiratama
29 June 2026
39 pembaca
Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI

Jakarta - Pemadaman listrik bergilir kini menjadi perhatian publik. Selain mengganggu kegiatan sehari-hari, terdapat bahaya yang sering kali tidak disadari. Prof. Machmud Effendy, seorang pakar Teknik Elektro dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengungkapkan bahwa pemadaman ini dapat berisiko merusak perangkat elektronik. Kerusakan yang paling parah pada alat elektronik justru terjadi saat aliran listrik kembali menyala, di mana lonjakan tegangan yang tiba-tiba dapat menyebabkan kerusakan.

Ketika listrik kembali menyala, energi listrik mengalir ke dalam komponen dengan jumlah yang sangat besar dalam waktu singkat. Kondisi ini dapat merusak komponen yang dirancang untuk beroperasi dalam rentang tegangan tertentu. Beberapa perangkat yang berisiko mengalami kerusakan setelah pemadaman listrik meliputi komputer, charger, router WiFi, mesin cuci, dan AC.

Risiko Kehilangan Data dan Kerusakan pada Perangkat Digital

Selain kerusakan pada perangkat rumah tangga, pemadaman mendadak juga dapat berdampak pada perangkat digital seperti komputer dan server. Hal ini berpotensi menyebabkan kehilangan data dan kegagalan sistem. "Pada perangkat yang sedang menulis data, dampaknya bisa sangat serius. Tidak hanya kehilangan data, tetapi file dapat menjadi rusak, sistem operasi gagal berjalan, hingga terjadi kerusakan fisik pada media penyimpanan," jelasnya.

Penuaan Komponen dan Langkah Antisipasi

Pemadaman listrik juga dapat mempercepat penuaan komponen pada AC dan kulkas. Perangkat ini dipaksa bekerja lebih keras saat tekanan listrik belum stabil. "Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari," tambahnya.

Machmud menekankan bahwa pemadaman listrik tidak boleh dianggap sepele. Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk segera mencabut steker perangkat elektronik yang sensitif saat pemadaman terjadi. Disarankan juga untuk memberikan jeda dua hingga lima menit sebelum menyalakan kembali alat rumah tangga secara bertahap setelah listrik pulih. Selain itu, penting untuk membeli perangkat surge protector berkualitas guna menyerap lonjakan tegangan, melindungi aset digital, dan memastikan umur panjang perangkat elektronik.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait