Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa, meminta pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus keracunan yang mengakibatkan gangguan ingatan pada siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Saan menilai situasi ini sudah mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan.
“Jadi sekali lagi apa, kami meminta agar ditangani secara serius karena ini sudah pada level yang cukup memprihatinkan ya,” ungkap Saan saat berada di kompleks parlemen pada Rabu (9/9).
Permintaan Tindakan Cepat
Saan, yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai NasDem, menekankan bahwa hilangnya ingatan yang diduga disebabkan oleh keracunan merupakan masalah yang berisiko tinggi dan dapat berdampak jangka panjang. Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera mengambil langkah yang tepat.
Dia juga menekankan pentingnya BGN untuk menanggung biaya pengobatan bagi korban yang saat ini masih dirawat di rumah sakit. “Nah, karena itu, terkait dengan soal pembiayaan untuk pemulihan kesehatan anak tersebut juga perlu diperhatikan dan perlu untuk ditanggung secara sungguh-sungguh juga,” tambahnya.
Kondisi Siswa yang Terkena Dampak
Salah satu siswa yang terdampak adalah Febiona Purba, seorang siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi, yang kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RSUP H Adam Malik Medan setelah lebih dari tiga pekan berpindah-pindah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Febiona mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya pada 13 Agustus, dan saat ini kondisinya semakin memburuk.
Keluarga Febiona melaporkan bahwa ia mengalami gangguan ingatan dan kesulitan berbicara. Rosario Dorothy Simanjuntak, Humas RSUP H Adam Malik Medan, menyatakan bahwa Febiona telah menjalani pengobatan rawat jalan sebanyak tiga kali di rumah sakit tersebut. Namun, hingga saat ini, tim medis belum dapat memberikan diagnosis atau memastikan penyebab gangguan yang dialami oleh Febiona.
“Saat ini dokter yang menangani masih belum bisa memberikan keterangan karena proses pemeriksaan masih berjalan,” jelas Rosario.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rijal Lubis, mengungkapkan bahwa ia belum menerima laporan resmi dari RSUP H Adam Malik mengenai kondisi terbaru Febiona, termasuk dugaan gangguan ingatan yang dialaminya. Hamid menegaskan bahwa ia tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum mendapatkan hasil pemeriksaan dari tim medis yang menangani kasus tersebut.
“Nanti kita cek dulu ke tim medis Rumah Sakit Adam Malik. Sampai sejauh ini belum ada secara resmi ya, tertulis disampaikan kepada kami tentang isu yang disebutkan itu,” tuturnya.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, juga memberikan pernyataan mengenai kondisi Febiona yang saat ini masih dalam pemantauan tim medis. Pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya untuk mengetahui kondisi fisiknya, tetapi juga untuk memastikan apakah gangguan yang dialami berkaitan dengan saraf atau faktor lainnya.
“Nanti gangguan di sini perlu kita lihat apakah tindak lanjut dari medisnya, pemeriksaan dari medisnya, apakah memang pengaruh dari otonomnya atau sarafnya atau yang lainnya,” ujar Bobby, menunggu hasil pemeriksaan dan tindak lanjut dari tim medis.