Jakarta - Dalam beberapa bulan terakhir, tren cyberdeck mulai menjamur di kalangan generasi Z. Gadget ini, yang terlihat seperti komputer portabel, menjadi topik hangat di berbagai platform media sosial, termasuk Reddit dan TikTok. Banyak pengguna dari generasi ini memanfaatkan cyberdeck untuk bermain game klasik, berkomunikasi melalui gelombang radio, hingga melakukan hacking secara etis.
Apa Itu Cyberdeck?
Cyberdeck adalah perangkat komputer portabel yang dirakit secara mandiri. Komponen yang digunakan dapat berupa barang baru maupun bekas, seperti papan ketik mekanis, sistem papan tunggal, layar kecil, dan baterai yang dapat dilepas. Hal ini dijelaskan dalam laman Program Studi Teknik Informatika di Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya. Meskipun baru menjadi perbincangan belakangan ini, konsep cyberdeck sebenarnya sudah ada sejak tahun 1984 dalam novel fiksi ilmiah "Neuromancer" karya William Gibson, yang menggambarkan perangkat ini sebagai konsol komputer portabel yang digunakan oleh hacker untuk mengakses jaringan virtual global.
Kelebihan dan Fungsi Cyberdeck
Desain cyberdeck umumnya tidak sehalus laptop atau komputer yang baru. Banyak perakit menggunakan komponen bekas atau baru tanpa penutup pabrik yang khas. Meskipun demikian, ada berbagai kelebihan yang membuat cyberdeck menarik bagi generasi Z. Para perakit dapat menambahkan berbagai fungsi pada perangkat mereka. Misalnya, Annike Tan, seorang kreator TikTok, merakit cyberdeck yang terhubung ke internet, tetapi juga menyimpan file lagu, buku, artikel Wikipedia, foto kucing, game, dan peta untuk penggunaan offline. Di sisi lain, YouTuber W6IWN SOTA & HAM RADIO menciptakan cyberdeck yang dapat mengirim email atau pesan tanpa koneksi internet, memanfaatkan gelombang radio.
Banyak konten kreator di TikTok dan YouTube lainnya juga menunjukkan berbagai fungsi cyberdeck yang mereka buat, mulai dari menulis, bermain game, hingga mengumpulkan data. Dengan tidak terhubung ke internet, pengguna dapat terhindar dari gangguan notifikasi aplikasi yang biasa muncul di smartphone.
Desain dan Kreativitas dalam Merakit Cyberdeck
W6IWN SOTA & HAM RADIO menggunakan desain khas cyberdeck, yaitu layar dan keyboard yang dipasang di dalam koper, menciptakan gaya apokaliptik yang sesuai dengan narasi distopia dari kemunculan cyberdeck itu sendiri. Sementara itu, Annike Tan menggunakan tas bekas untuk merakit cyberdeck dengan desain bertema laut dan putri duyung. Cyberdeck yang lebih besar miliknya dilengkapi dengan panel surya, penunjuk baterai, kipas kecil, dan lampu, serta hiasan bertema tumbuhan.
Desain-desain cyberdeck lainnya yang banyak ditemukan di TikTok mencakup model mesin tik, konsol game, versi Macbook dari tahun 1990-an, kerang mutiara, Tamagotchi, kotak catur, ponsel jadul, kotak perhiasan, TV retro, hingga bola Pokémon. Prinsip do-it-yourself (DIY) ini dianggap dapat membangkitkan semangat untuk mengekspresikan kreativitas dan identitas diri, serta menanggapi tantangan teknologi yang terus berkembang.
Menurut Annike Tan, cyberdeck juga dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan literasi teknologi. Meskipun tetap menggunakan smartphone dalam kehidupan sehari-hari, cyberdeck memberikan cara untuk menolak budaya yang didominasi oleh kecerdasan buatan. Merakit cyberdeck juga menjadi sarana untuk melatih diri dalam berekspresi dan bekerja keras. "Semua (gadget) yang kita gunakan dan berinteraksi dengannya setiap hari selama ini, itu kita sangat terputus dari proses pembuatannya, dari mana asalnya, dan bagaimana cara kerjanya, kan," ujarnya.
Upcycle dan Penolakan terhadap Budaya Konsumtif
Pemanfaatan kembali komponen dari komputer, laptop, atau smartphone lama dalam pembuatan cyberdeck dianggap positif karena mendukung prinsip upcycle dan ramah lingkungan. Limbah elektronik yang tidak terpakai dapat diberi 'kehidupan baru'. Selain itu, pendekatan ini juga lebih ekonomis, karena berbagai barang bekas dapat dimanfaatkan, seperti casing lama, tas atau kotak kosmetik, kaleng permen, dan kotak perhiasan.
Praktik DIY dalam merakit cyberdeck dengan barang bekas juga menjadi bentuk penolakan terhadap budaya konsumtif yang seringkali dipromosikan oleh perusahaan teknologi, yang merancang produk agar hanya dapat digunakan dalam waktu singkat. Dengan merakit cyberdeck sendiri, siapa pun dapat belajar dan mengekspresikan kreativitas mereka tanpa harus memiliki latar belakang teknik formal. Hal ini mendorong budaya aktif, kreatif, dan berkesenian, alih-alih bersikap pasif dan seragam. Merakit perangkat sendiri juga menjadi cara yang menyenangkan untuk membuat teknologi terasa lebih manusiawi dan menarik untuk digunakan kembali.