Fakta Ekonomi

Generasi Muda Rentan Terhadap Keputusan Keuangan Impulsif

Sabtu, 16 Mei 2026, 00:22 WIB 15 views 2 menit baca
Generasi Muda Rentan Terhadap Keputusan Keuangan Impulsif
Foto: Republika/Thoudy Badai
Bagikan:

Di era digital saat ini, generasi muda semakin akrab dengan investasi dan layanan keuangan. Namun, tingginya minat ini juga membawa risiko, di mana anak muda cenderung mengambil keputusan keuangan secara impulsif mengikuti tren yang ada.

Asadulloh Sefnado, Asisten Direktur Grup Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK, menjelaskan bahwa karakter generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi dan cepat beradaptasi terhadap perkembangan tren. Namun, hal ini juga membuat mereka lebih rentan dalam membuat keputusan keuangan tanpa perencanaan yang matang.

Pengaruh Tren dan Risiko Keuangan

Sefnado menambahkan, "Pelajar dan mahasiswa cukup rentan terpengaruh arus informasi dan fenomena pengelolaan keuangan yang tidak bijaksana seperti YOLO, FOMO, dan FOPO," saat berbicara dalam Focus Group Discussion (FGD) Road to ISF 2026 yang diadakan oleh Republika bersama FoSSEI. Data dari OJK menunjukkan bahwa generasi Z di Indonesia mencapai 74,93 juta orang, atau sekitar 27,94 persen dari total populasi. Kelompok usia ini dikenal memiliki karakter kreatif dan terbuka terhadap perubahan, serta mahir dalam menggunakan teknologi digital. Namun, mereka juga lebih mudah terpengaruh oleh gaya hidup dan tren di media sosial.

OJK mengingatkan bahwa kondisi ini dapat memicu perilaku konsumtif yang berisiko dalam pengambilan keputusan finansial.

Investasi Tanpa Pemahaman yang Cukup

Rizka Septia, seorang mahasiswa Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, mengungkapkan bahwa banyak anak muda yang tertarik berinvestasi hanya untuk mengejar keuntungan cepat. "Banyak sekarang Gen Z atau anak muda ini yang sangat tertarik ke dunia investasi karena cuannya saja, tanpa memikirkan risiko ke depannya," ujarnya. Ia menilai bahwa kondisi ini membuat investor muda mudah panik saat pasar mengalami penurunan.

Rizka juga menjelaskan bahwa investasi yang dilakukan tanpa pemahaman yang cukup dapat berisiko menjadi aktivitas spekulatif. "Kalau hanya sekadar FOMO dan tidak mengerti ilmunya ya tidak ada bedanya dengan judi," katanya.

Selain itu, OJK juga mengingatkan bahwa generasi muda rentan terhadap berbagai modus penipuan dalam keuangan digital, mulai dari investasi bodong, phishing, hingga pinjaman online fiktif. Oleh karena itu, OJK menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa agar generasi muda dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan dan berinvestasi.

N

Penulis

Narayana Putra

Penulis di Nalar Fakta

Berita Terkait