Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Projo, Budi Arie, di awal bulan ini. Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyatakan bahwa dirinya telah pulih 99 persen dan berencana untuk melakukan perjalanan keliling Indonesia pada bulan Juni 2026. Pertemuan antara Jokowi dan Budi Arie berlangsung pada Rabu, 1 Mei 2026, di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Dalam video yang dibagikan oleh Freddy, terlihat Jokowi dan Budi Arie sedang berbincang serius di sebuah area makan.
Pertemuan yang Produktif
Freddy menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk berdiskusi dengan para relawan. "Ada banyak pimpinan relawan, namun dalam pertemuan tersebut Budi Arie dan Pak Jokowi melakukan pembicaraan empat mata selama kurang lebih 20 sampai 30 menit," ujar Freddy kepada wartawan pada Selasa, 12 Mei. Ia menambahkan bahwa pertemuan antara Jokowi dan relawan akan dilakukan secara rutin setiap tiga bulan. Freddy menyatakan bahwa Jokowi sudah siap untuk berkeliling Indonesia guna menyerap aspirasi masyarakat. "Nanti akan ada pertemuan rutin Pak Jokowi dengan relawan, disepakati sekali dalam 3 bulan, tapi tetap pintu Pak Jokowi selalu terbuka kapan saja untuk para relawannya," tambahnya.
Menjaga Hubungan dengan Rakyat
Menurut Freddy, Jokowi menyampaikan bahwa ia akan mulai keliling Indonesia pada bulan Juni untuk menyapa masyarakat. "Kata Pak Jokowi 99% (pulih), Juni mungkin beliau sudah akan keliling Indonesia untuk menyapa rakyat," ungkapnya. Projo menilai bahwa keberadaan Jokowi masih memiliki pengaruh yang signifikan dalam politik Indonesia. Freddy juga menegaskan bahwa Jokowi akan mendengarkan aspirasi masyarakat tanpa agenda politik tertentu. "Bahasanya beliau sih menyapa rakyat, tidak ada agenda khusus. Tapi kami yakini Pak Jokowi adalah insan politik yang masih sangat dicintai rakyat dan karena itu masih punya pengaruh dalam politik Indonesia," ujarnya.
Freddy menambahkan bahwa Jokowi masih menerima berbagai aspirasi dari masyarakat. Ia menjelaskan bahwa dalam pertemuan dengan Budi Arie, tidak ada pembahasan mengenai partai politik tertentu. "Dalam pertemuan itu, Pak Jokowi juga menyatakan sampai sekarang beliau masih selalu menerima informasi dan masukan dari masyarakat Indonesia dari Papua sampai Aceh tentang kondisi masyarakat Indonesia," kata Freddy. Ia juga menekankan bahwa Jokowi belum pernah mengungkapkan rencana untuk bergabung dengan partai politik manapun, termasuk mengajak Projo untuk bergabung dengan partai tertentu. "Makanya teman-teman Projo masih ada di berbagai partai, termasuk di partainya Mas Kaesang PSI, teman-teman Projo juga banyak yang bergabung," imbuhnya.