Fakta Pendidikan

Kekhawatiran Orang Tua Terhadap Keandalan Sistem Jalur Domisili SPMB 2026

Sebanyak 71,8% orang tua siswa merasa cemas mengenai keakuratan sistem dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, khususnya pada Jalur Domisili. Survei menunjukkan adanya perbedaan pendapat di k...

U
Ulam Kirana
03 July 2026
47 pembaca
Suasana proses SPMB di SMPN 2 Mataram, Senin (22/6/2026). Nathea Citra/detikBali
Suasana proses SPMB di SMPN 2 Mataram, Senin (22/6/2026). Nathea Citra/detikBali

Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 sedang berlangsung, namun Jalur Domisili menjadi sumber kekhawatiran bagi banyak orang tua. Lembaga Survei KedaiKOPI mencatat bahwa 71,8% orang tua merasa khawatir mengenai akurasi sistem dalam menentukan lokasi rumah dan jarak ke sekolah.

Kekhawatiran Orang Tua Terhadap Jalur Domisili

"Sebanyak 71,8 persen orang tua merasa khawatir mengenai keterandalan sistem dalam membaca lokasi mereka," ungkap Ashma Nur Afifah, Kepala Riset KedaiKOPI, dalam survei yang dipublikasikan melalui Youtube Survei KedaiKOPI pada Jumat (3/7/2026). Kekhawatiran ini muncul karena banyak responden yang mengandalkan Jalur Domisili untuk mendaftarkan anak mereka ke sekolah yang diinginkan.

"Ini didorong banyak yang mengandalkan Sistem Zonasi atau Domisili yang mendaftarkan anaknya ke sekolah yang ingin mereka tujukan," tambahnya. Data survei tersebut diperoleh dari 585 responden yang merupakan orang tua atau wali calon murid dari tingkat SD hingga SMA, dengan pengambilan data berlangsung antara 14-22 Juni 2026 menggunakan metode Computer Assisted Self Interview (CASI).

Respon Beragam Terhadap Jalur Domisili

Dalam kategori lain, 34% orang tua tidak setuju dengan penerapan Jalur Domisili. Berbagai alasan diungkapkan, termasuk kurangnya transparansi kuota, potensi manipulasi data, dan dampak negatif bagi anak-anak berprestasi yang tinggal jauh dari sekolah tujuan. "Masih ada nih 34 persen yang resisten terhadap penerapan jalur domisili dari SPMB ini," jelas Ashma. "Bagi yang tidak mendukung jalur domisili, mereka menganggap bahwa adanya jalur domisili itu merugikan anak yang berprestasi," tambahnya.

Di sisi lain, 66% orang tua masih memberikan dukungan terhadap Jalur Domisili. Mereka berpendapat bahwa jalur ini dapat mengurangi biaya transportasi dan memberikan kesempatan lebih besar bagi warga di sekitar sekolah untuk mendaftar. "Mereka juga menganggap ini bisa memeringankan biaya transportasi dan juga memberikan kesempatan bagi warga di sekitar sekolah untuk masuk sekolah tersebut. Jadi dianggap lebih adil untuk warga yang tinggal di sekitar sekolah," tuturnya.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait