Tuesday, 12 May 2026
Fakta Ekonomi

Kurs Rupiah Melemah di Atas Rp17.400, Apa Tindakan Bank Indonesia?

Bank Indonesia menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp 17.400 per dolar AS dengan rencana intervensi untuk stabilisasi.

U
Ulam Kirana
05 May 2026 19 pembaca
Kurs Rupiah Melemah di Atas Rp17.400, Apa Tindakan Bank Indonesia?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) merespons pelemahan rupiah yang telah melampaui Rp 17.400 per dolar AS pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Bank sentral berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui berbagai intervensi.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea, menyatakan, “Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.”

Erwin menjelaskan bahwa pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini sejalan dengan banyak mata uang negara berkembang lainnya. Ia mencatat beberapa mata uang yang juga mengalami pelemahan, seperti Philippine peso yang turun 6,58 persen, Thailand baht 5,04 persen, dan India rupee 4,32 persen. Sementara itu, rupiah Indonesia melemah 3,65 persen.

“Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi non-deliverable forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot, dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder. Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global,” tambahnya.

Dalam laporan Bloomberg, pada perdagangan yang sama, rupiah dibuka di atas Rp 17.400 per dolar AS. Sekitar pukul 11.29 WIB, rupiah tercatat melemah 40,50 poin atau 0,23 persen menuju level Rp 17.434 per dolar AS.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa salah satu penyebab pelemahan ini adalah ketegangan yang meningkat di Selat Hormuz akibat serangan AS terhadap pasukan Iran. Ia memprediksi bahwa dalam minggu ini, nilai tukar rupiah dapat mencapai Rp 17.550 per dolar AS.

Ibrahim menambahkan, Presiden AS Donald Trump telah menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk menguasai Selat Hormuz, yang sebelumnya dikuasai oleh Iran, sehingga menciptakan ketegangan baru di kawasan tersebut.

Erwin menegaskan komitmen BI untuk terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Dengan situasi yang terus berkembang, langkah-langkah intervensi diharapkan dapat membantu mengatasi tekanan yang dihadapi oleh rupiah.

// Artikel Terkait