Fakta Politik

Pelatihan Calon Manajer Koperasi Desa Dipangkas Waktunya

Durasi pelatihan untuk peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia dalam program Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih kini dipersingkat menjadi satu setengah bulan. Hal ini d...

U
Ulam Kirana
01 July 2026
45 pembaca
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyebut durasi pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia dipangkas menjadi satu setengah bulan. (Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar)
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyebut durasi pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia dipangkas menjadi satu setengah bulan. (Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar)

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mengungkapkan bahwa pelatihan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam program Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih telah mengalami pengurangan durasi. Pelatihan yang sebelumnya berlangsung selama dua bulan kini hanya akan dilaksanakan selama satu setengah bulan.

"Saya mendapat informasi [waktunya] diperpendek, sehingga dipotong waktunya yang tadinya dua bulan menjadi sebulan setengah," kata Dudung pada hari Selasa (30/6).

Penyampaian Duka Cita dan Evaluasi Pelatihan

Pernyataan tersebut disampaikan Dudung setelah melakukan kunjungan takziah ke rumah duka keluarga mendiang M Rifki Renaldi, seorang peserta SPPI yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Dudung menekankan bahwa pelaksanaan pelatihan fisik dalam program SPPI saat ini sedang dievaluasi secara menyeluruh.

Fokus pada Manajemen Perkoperasian

Dudung menjelaskan bahwa pelatihan kini akan lebih difokuskan pada aspek manajemen perkoperasian. "Karena kan ini calon-calon manajer nanti ya. Itu yang dititikberatkan," ucapnya. Selain itu, ia juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Rifki.

Dalam kesempatan tersebut, Dudung bersama jajaran pemerintah dan TNI memberikan santunan kepada keluarga sebagai bentuk kepedulian terhadap kejadian tersebut. "Kami datang ke sini dengan mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda Rifki pada saat pelatihan SPPI. Saya atas nama negara tentunya hadir untuk memberikan ucapan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya," ujar Dudung.

Setelah berkunjung ke rumah duka, Dudung dan rombongan melanjutkan dengan ziarah ke makam almarhum untuk memberikan penghormatan terakhir. Latihan Dasar Kemiliteran belakangan ini mendapatkan sorotan setelah lima peserta meninggal dunia selama pelaksanaan program tersebut, dengan penyebab yang bervariasi, termasuk heat stroke, tuberkulosis, dan henti jantung.

Menanggapi kejadian ini, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program latihan militer untuk calon manajer Koperasi Merah Putih. Terbaru, Kementerian Pertahanan juga menghapus materi pelatihan menembak dari program tersebut. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa kegiatan fisik dan pelatihan yang berkaitan dengan latihan kemiliteran akan dikurangi.

Artikel Terkait