Jakarta - Teleskop luar angkasa James Webb telah mengidentifikasi sebuah planet yang dikelilingi oleh lava mendidih. Menariknya, planet ini memiliki atmosfer yang tampaknya tidak seharusnya dapat bertahan dalam lingkungan yang sangat panas. Para astronom meyakini bahwa kondisi ekstrem ini dapat melemahkan atmosfer alami planet, tetapi kenyataannya, atmosfer tersebut berfungsi sebagai pelindung bagi planet tersebut.
Dr. Anjali Piette, seorang astrofisikawan dari University of Birmingham, bersama timnya melaporkan penemuan ini dalam The Astronomical Journal. Dengan memanfaatkan Teleskop James Webb, mereka mengamati eksoplanet berbatu yang dikenal sebagai TOI-561 b, yang berlokasi sekitar 280 tahun cahaya dari Bumi. Selama 37 jam, tim peneliti melakukan pengamatan terhadap hampir empat orbit penuh planet ini saat mengelilingi bintang induknya.
Pengamatan Atmosfer TOI-561 b
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa TOI-561 b mungkin memiliki atmosfer yang cukup tebal, meskipun kondisi di planet tersebut sangat tidak mendukung kehidupan. Atmosfer ini tampaknya membantu planet dalam memantulkan sebagian besar radiasi yang berasal dari bintang induknya. Salah satu kesimpulan yang diambil oleh para ilmuwan adalah adanya lapisan awan silikat yang sangat reflektif, yang mencegah permukaan planet mencapai suhu ekstrem yang diperkirakan terjadi pada planet berbatu yang terpapar langsung.
Atmosfer tersebut juga terlihat mampu mendistribusikan panas dari sisi siang hari ke sisi malam hari, yang berkontribusi dalam menurunkan suhu di sisi yang menghadap bintang.
Komposisi Atmosfer yang Belum Diketahui
Saat ini, para ilmuwan belum mengetahui dengan pasti gas-gas apa yang menyusun atmosfer TOI-561 b. Salah satu kemungkinan adalah adanya lapisan karbon dioksida yang tebal, mirip dengan atmosfer Venus, tetapi dalam kondisi yang jauh lebih panas. Kemungkinan lain adalah atmosfer yang didominasi oleh sulfur dioksida, gas yang dihasilkan dari aktivitas vulkanik di Io, salah satu bulan planet Jupiter.
“Penemuan kami menantang teori-teori yang ada saat ini. Kita mungkin menduga bahwa planet berbatu yang terpapar radiasi intens seperti TOI-561 b seharusnya sudah kehilangan atmosfernya miliaran tahun yang lalu,” ungkap Dr. Anjali Piette dalam Science Daily. “Namun, bukti yang ada justru menunjukkan bahwa planet ini masih memiliki atmosfer yang cukup tebal hingga saat ini,” tambahnya.
Eksoplanet ini memiliki dua sisi: sisi siang yang menghadap bintang dan sisi malam yang menghadap ke arah sebaliknya. Sisi siang memiliki suhu yang jauh lebih tinggi dibandingkan sisi malam. Suhu yang tidak terduga ini menunjukkan bahwa sebagian besar energi yang diterima telah dialihkan ke sisi malam atau dipantulkan kembali ke luar angkasa sebelum sempat memanaskan permukaan planet. Dalam penelitian tersebut, tim menemukan bahwa TOI-561 b memantulkan sekitar 75% cahaya bintang yang mengenainya.
Temuan ini memperkuat bukti sebelumnya yang menunjukkan bahwa TOI-561 b memiliki atmosfer tebal yang mungkin terus-menerus diisi ulang oleh gas-gas dari bagian dalamnya yang mencair. Kemungkinan ini dapat menjelaskan bagaimana planet ini mampu mempertahankan atmosfernya meskipun terus menerus terpapar radiasi intens dari bintang induknya selama miliaran tahun. Para peneliti kini berharap dapat menentukan apakah TOI-561 b lebih mirip dengan planet yang sangat panas seperti Venus, atau merupakan versi yang jauh lebih ekstrem dari bulan vulkanik Io.