Fakta Ekonomi

Pentingnya Kesadaran Pengguna dalam Melindungi Aset Kripto

Keamanan aset kripto sangat bergantung pada kesadaran pengguna untuk melindungi informasi pribadi dan mengenali penipuan digital. Indodax menekankan perlunya peningkatan literasi keamanan digital.

P
Padma Dewi
02 July 2026
49 pembaca
Foto: Dok Republika
Foto: Dok Republika

Keamanan dalam dunia aset kripto tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang canggih, tetapi juga oleh kesadaran pengguna dalam menjaga informasi pribadi dan mengenali berbagai bentuk penipuan digital. Indodax, sebagai salah satu platform perdagangan aset kripto, mendorong peningkatan literasi keamanan digital agar para pengguna dapat bertransaksi dengan lebih aman dan percaya diri.

Perubahan Pola Ancaman di Ekosistem Aset Kripto

Chief Information Security Officer (CISO) Indodax, Ledy, menjelaskan bahwa pola ancaman dalam ekosistem aset kripto telah mengalami pergeseran. Sebelumnya, para pelaku lebih banyak berusaha menembus sistem keamanan platform, namun kini mereka lebih cenderung memanfaatkan teknik rekayasa sosial untuk memengaruhi pengguna. "Banyak orang masih menganggap ancaman terbesar berasal dari peretasan sistem pada exchange. Padahal, dalam beberapa kasus yang terjadi belakangan, pelaku justru memperoleh akses karena korban secara tidak sadar memberikan informasi penting atau mengklik tautan berbahaya yang menyerupai layanan resmi," ungkap Ledy dalam siaran pers yang dirilis pada Rabu (1/7/2026).

Laporan dari NordStellar menunjukkan adanya peningkatan pembahasan mengenai layanan Deepfake-as-a-Service (DFaaS) di forum dark web, yang meningkat sekitar 39 persen antara Januari hingga Mei 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menegaskan pentingnya kewaspadaan pengguna seiring dengan perkembangan teknologi digital.

Verifikasi dan Edukasi Pengguna

Selain itu, kemajuan dalam teknologi AI voice cloning memungkinkan pembuatan tiruan suara yang semakin mirip dengan pemilik aslinya. Oleh karena itu, pengguna diimbau untuk membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum mempercayai permintaan yang berkaitan dengan akun atau aset digital. Ledy menekankan bahwa pelaku juga mulai memanfaatkan iklan palsu di media sosial, manipulasi hasil pencarian di internet, serta menyamar sebagai layanan pelanggan melalui aplikasi pesan instan. "Di Indodax sendiri kami tidak memiliki nomor WhatsApp Customer Support resmi. Seluruh layanan hanya dapat diakses melalui nomor telepon, email, maupun kanal resmi perusahaan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri melakukan verifikasi bahkan riset mandiri (DYOR) dalam mencerna informasi sebelum mengambil keputusan," jelas Ledy.

Menurut Ledy, penting bagi pengguna untuk memiliki kebiasaan yang baik dalam menjaga kerahasiaan data pribadi, melakukan verifikasi informasi, dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. "Platform dapat menyediakan berbagai sistem lapisan keamanan. Namun pada akhirnya, setiap keputusan tetap berada di tangan pengguna. Karena itu, kami selalu mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dan selalu melakukan verifikasi sebelum memberikan informasi ataupun mengambil keputusan terkait aset digital," tambah Ledy.

Indodax menyatakan bahwa edukasi mengenai social engineering, phishing, deepfake, dan penyalahgunaan identitas digital perlu terus diperkuat agar masyarakat semakin siap menghadapi perkembangan teknologi dan dapat memanfaatkan aset kripto dengan lebih aman.

Artikel Terkait