Fakta Nasional

Perpanjangan Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Hingga Tengah Malam

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memutuskan untuk memperpanjang penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga pukul 24.00 WIB demi keselamatan penerbangan.

U
Ulam Kirana
07 September 2026
12 pembaca
Menhub Dudy Purwagandhi tak ingin tergesa-gesa membuka operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) meskipun hasil paper test negatif. (Andhika Prasetia/detikFoto)
Menhub Dudy Purwagandhi tak ingin tergesa-gesa membuka operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) meskipun hasil paper test negatif. (Andhika Prasetia/detikFoto)

Tangerang - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) tidak akan dibuka dengan terburu-buru meskipun hasil tes menunjukkan negatif. Penutupan bandara ini diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB.

"Kita rencananya akan memperpanjang sampai 12.00-24.00 WIB. Itu untuk juga memberikan waktu ya kepada pihak bandara untuk membersihkan runway," ungkap Dudy saat memberikan keterangan kepada wartawan di Terminal 1 Bandara Soetta, pada Senin (7/9/2026).

Prioritas Keselamatan Penumpang

Dia menambahkan bahwa kegiatan pembersihan juga mencakup taxiway dan apron, serta memberikan kesempatan bagi para operator dan maskapai untuk menyiapkan pesawat mereka, mengingat perlu dilakukan pembersihan dari debu-debu yang ada.

Menurut Dudy, keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, pembukaan kembali Bandara Soetta tidak dilakukan secara terburu-buru. "Jadi kita ingin memastikan semua berjalan dengan baik dan paling penting bahwa kegiatan ini untuk keselamatan. Jadi kita tidak boleh tergesa-gesa," jelasnya.

Observasi Debu Vulkanik

Dia juga menekankan bahwa situasi ini bukanlah soal prestasi, melainkan lebih kepada keselamatan. "Jadi kita tidak ingin di-drive karena masalah ingin cepat-cepat, tapi kemudian mengesampingkan aspek keselamatan," tambahnya.

Dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh BMKG, Dudy menyampaikan bahwa sebaran debu abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau teramati pada pukul 12.10 di ketinggian 15 ribu kaki, bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knots dan intensitas yang tetap.

Namun, berdasarkan informasi dari Volcanic Ash Advisory Center, diperkirakan sebaran abu vulkanik akan terus berlangsung hingga pukul 23.10 UTC atau 06.10 WIB pada 8 September.

Artikel Terkait