Fakta Nasional

--- Prabowo: Pemimpin yang Mengajak Pembakaran adalah Pengkhianat Bangsa! ---

--- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbedaan partai politik di Indonesia bukanlah masalah, namun ia mengkritik pihak-pihak yang mendorong tindakan pembakaran sebagai bentuk protes. ---

W
Wira Yudha
12 July 2026
12 pembaca
Presiden Prabowo. (Dok. YouTube Kemenkop)
Presiden Prabowo. (Dok. YouTube Kemenkop)
---TITLEEXCERPT--- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbedaan partai politik di Indonesia bukanlah masalah, namun ia mengkritik pihak-pihak yang mendorong tindakan pembakaran sebagai bentuk protes. ---CONTENT---

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbedaan antar partai di Indonesia tidak menjadi masalah. Namun, ia mengingatkan adanya pihak yang menganjurkan tindakan 'bakar-bakar' di negara ini. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara puncak Hari Koperasi Nasional yang berlangsung di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, pada hari Minggu (12/7/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo membahas tentang upaya pemberantasan korupsi, termasuk penertiban BUMN yang dilakukan di bawah kepemimpinannya. "Berbeda partai tidak ada masalah. Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Nggak ada masalah," ungkap Prabowo.

Menegaskan Pentingnya Persaingan Sehat

Ia menekankan bahwa siapapun yang menang dalam kompetisi politik akan mendapatkan dukungan. Namun, Prabowo mengingatkan agar pihak yang kalah tidak mendorong tindakan kekerasan. "Siapa yang menang, monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, saudara-saudara sekalian," tegasnya.

Prabowo juga percaya pada hukum karma bagi mereka yang menyerukan tindakan pembakaran. Ia menekankan bahwa meskipun telah kalah empat kali dalam pemilihan presiden, ia tidak pernah menginstruksikan anak buahnya untuk melakukan tindakan kekerasan atau demonstrasi. "Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu. Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah, nggak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja nggak. Saya datang pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat," jelasnya.

Persaingan yang Sehat dalam Demokrasi

Prabowo menambahkan bahwa persaingan dalam politik adalah hal yang positif dan harus diterima oleh semua pihak. "Bersaing itu baik, pertandingan itu baik. Iya kan? Sepak bola ada pertandingan kan, ada dua. Satu harus menang. Kalau satu kalah, masa wasitnya mau digebukin? Ya? Persaingan itu biasa. Nggak ada masalah, ya," pungkasnya.

Artikel Terkait