Fakta Politik

Prabowo: Soekarno Milik Seluruh Rakyat Indonesia, Bukan Hanya Satu Partai

Sabtu, 16 Mei 2026, 13:34 WIB 18 views 2 menit baca
Prabowo: Soekarno Milik Seluruh Rakyat Indonesia, Bukan Hanya Satu Partai
Prabowo Subianto menegaskan Soekarno atau Bung Karno bukan milik satu partai saja, melainkan seluruh rakyat Indonesia. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Bagikan:

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Soekarno, yang merupakan proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia, bukanlah milik satu partai tertentu, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia. Dalam pidatonya di Museum Marsinah, Nganjuk, Jawa Timur, Prabowo mengajak semua lapisan masyarakat dan elit politik untuk mengesampingkan kepentingan kelompok demi memahami sejarah bangsa dengan lebih bijaksana.

Kesamaan Paham dengan Bung Karno

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya memiliki pemahaman yang sejalan dengan Bung Karno. "Percaya lah kaum buruh, percayalah semuanya, paham saya adalah paham pendiri bangsa kita. Jadi saudara-saudara, sebetulnya saya yang banyak belajar dari ajaran-ajarannya Bung Karno," ungkap Prabowo pada Sabtu, 16 Mei.

Prabowo menegaskan, "Jadi maaf, Bung Karno bukan milik satu partai, Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonesia. Bung Karno, Bung Hatta milik seluruh rakyat Indonesia, semuanya, Syahrir semua." Pernyataan ini muncul di tengah anggapan bahwa Bung Karno sering diasosiasikan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri, putri dari Bung Karno.

Menyatukan Pemikiran Pendiri Bangsa

Prabowo berpendapat bahwa kekuatan sejati Indonesia akan muncul ketika bangsa ini mampu merangkul dan menyatukan pemikiran para tokoh pendiri bangsa tanpa batasan kepartaian. Ia juga menekankan bahwa ajaran-ajaran para pendiri bangsa harus menjadi pijakan untuk memajukan negara.

“Dan kita di situ kehebatan kita, kalau kita mau maju,” ujarnya. Prabowo mengaku banyak belajar dari fondasi ideologi yang ditinggalkan oleh Bung Karno. Semangat inklusivitas dan saling menghormati, menurutnya, menjadi dasar dalam mengarahkan kebijakan luar negeri Indonesia saat ini.

Dengan berlandaskan ajaran dari para kiai dan orang tua untuk selalu memuliakan sesama, Prabowo berkomitmen pada prinsip bahwa seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak, melalui doktrin politik bebas aktif dan non-blok. "Indonesia ingin menjadi tetangga yang baik. We want to be a good neighbor, and our policy is the good neighbor policy," tuturnya.

U

Penulis

Ulam Kirana

Penulis di Nalar Fakta

Berita Terkait