Tuesday, 12 May 2026
Fakta Ekonomi

Prediksi Harga Emas Pekan Depan Capai Rp 2,9 Juta per Gram

Harga emas diperkirakan akan berfluktuasi antara Rp 2,75 juta hingga Rp 2,9 juta per gram pada pekan depan, seiring dengan perkembangan situasi geopolitik dan geoekonomi global.

S
Stevani Nila Wardana
10 May 2026 10 pembaca
Prediksi Harga Emas Pekan Depan Capai Rp 2,9 Juta per Gram

Harga emas saat ini berada di bawah angka Rp 3 juta per gram, dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi dalam geopolitik dan geoekonomi di seluruh dunia. Untuk pekan depan, harga emas diprediksi akan bergerak dalam rentang Rp 2,75 juta hingga Rp 2,9 juta per gram.

Pada akhir perdagangan pekan ini, harga emas dunia tercatat menutup di level 4.616 dolar AS per troy ons, sementara harga logam mulia lokal ditutup pada angka Rp 2,79 juta per gram.

Prediksi Pergerakan Harga Emas

Menurut pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuibi, jika terjadi koreksi pada harga emas dunia, level support pertama akan berada di 4.520 dolar AS per troy ons. Jika harga semakin melemah, level support kedua akan berada di 4.389 dolar AS per troy ons. Dalam hal ini, harga logam mulia diperkirakan akan bergerak di sekitar Rp 2,78 juta per gram untuk level support pertama, dan Rp 2,75 juta per gram untuk level support kedua.

Di sisi lain, jika harga emas mengalami penguatan, level resistance pertama diperkirakan akan berada di 4.720 dolar AS per troy ons, sedangkan level resistance kedua diproyeksikan sebesar 4.851 dolar AS per troy ons. Dengan demikian, harga logam mulia dapat mencapai Rp 2,86 juta per gram untuk level resistance pertama dan Rp 2,9 juta per gram untuk level resistance kedua.

Analisis Indeks Dolar dan Harga Minyak Mentah

Ibrahim menjelaskan bahwa kemungkinan besar harga logam mulia akan berada di Rp 2,75 juta per gram sebagai level minimal jika harga turun, dan dapat mencapai Rp 2,9 juta per gram jika menguat. “Jadi, ada selisih Rp 150 ribu per gram antara support rendah dan resistance tinggi,” ujarnya.

Ia juga memprediksi bahwa indeks dolar AS pada pekan depan akan diperdagangkan di level 97,10, dengan level resistance di angka 100,60, yang menunjukkan potensi penguatan bagi dolar AS. Untuk harga minyak mentah, Ibrahim memperkirakan harga WTI crude oil akan berada di level support sebesar 90 dolar AS per barel dan level resistance di 113 dolar AS per barel.

// Artikel Terkait