Fakta Pendidikan

Tri Tito Karnavian Apresiasi Inisiatif Registrasi Posyandu di Belu

Ketua Umum Tim Pembina Posyandu, Tri Tito Karnavian, memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang telah memulai registrasi Posyandu enam bidang Standar Pelayanan Minimal. Langkah ini d...

W
Wira Yudha
30 June 2026
39 pembaca
Tri Tito Karnavian Puji Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM
Tri Tito Karnavian Puji Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM

BELU - Tri Tito Karnavian, yang menjabat sebagai Ketua Umum Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang telah memulai proses registrasi untuk Posyandu yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Menurutnya, langkah registrasi ini merupakan langkah awal yang krusial dalam memperkuat fungsi Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Tri Tito saat menghadiri acara Temu Kader dan Pelayanan Posyandu 6 Bidang SPM yang berlangsung di Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Jumat, 26 Juni 2026. Dia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang telah berhasil meregistrasi sebanyak 35 Posyandu.

Pentingnya Registrasi Posyandu

Tri Tito menjelaskan bahwa registrasi ini bukan hanya sekadar pendataan administratif, tetapi juga menunjukkan kesiapan Posyandu dalam memberikan layanan enam bidang SPM. “(Saya) mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Ketua Pembina (Posyandu) Kabupaten Belu yang hari ini sudah meregistrasi sebanyak 35 Posyandu ke pusat. Karena dengan adanya registrasi ini, sehingga membuat Posyandu tersebut sah menjadi Posyandu yang melayani enam [bidang] SPM,” ujarnya.

Selama ini, Posyandu dikenal sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, balita, dan lansia. Namun, dengan adanya transformasi Posyandu, layanan kini diperluas mencakup enam bidang pelayanan dasar, termasuk kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan perlindungan masyarakat.

Pendidikan dan Sanitasi yang Layak

Tri Tito juga menekankan pentingnya memperkuat pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi pembentukan karakter dan kemampuan sosial anak. “Kalau dulu hanya [wajib belajar] sembilan tahun, sekarang menjadi 13 tahun karena ditambah pendidikan PAUD… Mereka [perlu] diberikan ruang untuk bisa bermain [dan] bersosialisasi sejak dini,” jelasnya.

Selain itu, dia menyoroti pentingnya penyediaan sanitasi yang layak sebagai bagian dari pelayanan pekerjaan umum. Kualitas sanitasi yang baik, menurutnya, berpengaruh terhadap kesehatan keluarga dan mendukung upaya pencegahan stunting.

Tri Tito menambahkan bahwa Posyandu juga berpotensi menjadi pusat pendataan kebutuhan masyarakat. Dengan data yang akurat, program pemerintah, termasuk bantuan sosial dan perumahan layak huni, dapat disalurkan dengan lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dia mengajak pemerintah daerah dan para kader Posyandu untuk terus melanjutkan transformasi Posyandu enam bidang SPM. “Marilah kita bersama-sama memulai langkah untuk menjadikan Posyandu dari hanya fasilitas satu pelayanan menjadi enam [bidang] SPM. Walaupun langkah ini mungkin masih panjang, tetapi langkah panjang pasti harus dimulai dengan satu langkah di depan,” tandasnya.

jpnn.com Sumber: jpnn.com

Artikel Terkait