Fakta Pendidikan

Usia Ideal Anak untuk Memulai Sekolah Dasar Menurut Psikolog

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan kebijakan baru mengenai usia anak untuk masuk SD, menurunkan batas usia dari 7 tahun menjadi 5-6 tahun bagi anak yang dianggap siap belajar.

N
Narayana Putra
05 July 2026
36 pembaca
Potret Siswa SD. (Foto: Getty Images/Rani Nurlaela Desandi)
Potret Siswa SD. (Foto: Getty Images/Rani Nurlaela Desandi)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengubah ketentuan mengenai usia anak untuk memasuki Sekolah Dasar (SD), yang kini ditetapkan antara 5 hingga 6 tahun. Kebijakan ini ditujukan bagi anak-anak yang dinilai sudah siap untuk mengikuti proses belajar.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa terdapat pengecualian dalam batasan usia untuk pendaftaran SD, dengan catatan bahwa kesiapan anak untuk belajar menjadi faktor utama. Penjelasan ini disampaikan di sela-sela acara penandatanganan komitmen bersama SPMB RAMAH 2026/2027 di Jakarta Pusat, pada Kamis (21/5/2026).

Sebelumnya, ketentuan usia masuk SD adalah 7 tahun per tanggal 1 Juli. Namun, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 3 Tahun 2025, anak yang berusia 6 tahun kini diperbolehkan untuk mendaftar. Selain itu, anak yang memiliki kecerdasan atau bakat istimewa serta siap secara psikologis juga dapat memulai sekolah pada usia 5 tahun, dengan syarat orang tua harus menyertakan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional atau dewan guru di lembaga pendidikan terkait.

Respon Terhadap Kebijakan Usia Masuk Sekolah

Kebijakan baru mengenai usia masuk sekolah ini mendapatkan berbagai tanggapan. Dari perspektif psikologi, pertanyaan muncul mengenai usia ideal bagi anak untuk memulai pendidikan di SD. Psikolog dan akademisi dari Universitas Indonesia, Prof Dr Rose Mini Agoes Salim M Psi, menyatakan bahwa usia kesiapan untuk masuk sekolah dapat bervariasi untuk setiap anak. Ia menjelaskan bahwa kematangan anak dalam belajar dapat dimulai pada usia 5-6 tahun, tetapi rata-rata usia yang dianggap matang untuk belajar adalah 7 tahun.

"Kalau stimulasi bagus, anak pasti matang ke sekolah. Kenapa usia 7 tahun matang? Karena itu diambil pada usia kematangan rata-rata," ungkapnya.

Kesiapan Belajar Lebih Penting dari Usia

Afia Fitriana, seorang pakar psikologi perkembangan dari Universitas Sebelas Maret, berpendapat bahwa standar masuk sekolah seharusnya didasarkan pada kesiapan belajar anak, bukan semata-mata pada usia. Kesiapan ini dapat dilihat dari perkembangan fisik, mental, sosial, dan emosional anak.

Beberapa indikator yang dapat digunakan orang tua untuk menilai kesiapan anak masuk SD meliputi: pertama, kemampuan anak dalam mengatur diri saat belajar. Misalnya, saat di Taman Kanak-kanak, jika anak dapat mengendalikan keinginannya untuk bermain dan cepat beradaptasi dengan lingkungan kelas, maka anak tersebut dianggap siap.

Kedua, perkembangan gerak anak, seperti kemampuan melompat dan mengendalikan gerakan fisik saat berlari. Ketiga, perkembangan bicara, yang dapat dilihat dari bagaimana anak memahami perintah dan responsnya. Keempat, perkembangan diri yang mencakup kepercayaan diri dan kemampuan manajemen diri anak.

Afia menekankan pentingnya persiapan orang tua sebelum anak masuk SD, termasuk dalam aspek kualitas pembelajaran, motivasi, dan sosio-emosional anak.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait