Fakta Politik

Yusril Menegaskan Tidak Ada Larangan Nobar Film 'Pesta Babi' dari Pemerintah

Jumat, 15 Mei 2026, 01:25 WIB 15 views 2 menit baca
Yusril Menegaskan Tidak Ada Larangan Nobar Film 'Pesta Babi' dari Pemerintah
Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tak pernah mengeluarkan larangan nonton bareng (nobar) film dokumenter 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita'. (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia)
Bagikan:

Jakarta, CNN Indonesia -- Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa tidak ada larangan dari pemerintah terkait nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita'. Pernyataan ini disampaikan Yusril sebagai respon terhadap sejumlah tindakan pembubaran nobar film karya Dandhy Laksono yang terjadi di berbagai lokasi.

Tindakan Pembubaran Nobar

Yusril menjelaskan bahwa tidak semua kampus melarang pemutaran film dokumenter tersebut. Di Universitas Mataram dan UIN Mataram di Lombok, pembatasan dilakukan hanya karena masalah prosedur administratif. Ia juga mencatat bahwa di kampus lain, acara nobar tetap berlangsung tanpa kendala.

Oleh karena itu, Yusril menegaskan bahwa tindakan pembubaran nobar film tersebut tidak merupakan arahan dari pemerintah atau aparat penegak hukum secara terpusat. "Melihat pola demikian, pembubaran nobar film 'Pesta Babi' bukanlah arahan dari Pemerintah ataupun aparat penegak hukum yang biasanya terpusat," ujarnya.

Kritik terhadap Proyek Strategis Nasional

Yusril juga menjelaskan bahwa kritik terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan yang dianggap mengganggu kelestarian alam dan hak ulayat masyarakat Papua adalah hal yang wajar. Ia mengakui bahwa istilah "Pesta Babi" dalam judul film dapat menimbulkan berbagai interpretasi di kalangan masyarakat.

Oleh karena itu, Yusril mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi hanya karena judul film yang dianggap sengaja dirancang untuk menarik perhatian. "Kritik semacam itu wajar saja, walaupun memang terdapat narasi yang provokatif. Judul film dokumenter itu sendiri memang kontroversial. 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita' tampak bersifat provokatif," jelasnya.

Sebelumnya, acara nonton bareng film dokumenter 'Pesta Babi' yang disutradarai oleh Dandhy Laksono dibubarkan secara paksa oleh TNI dan pihak universitas di beberapa daerah. Setidaknya, dua lokasi pembubaran terjadi di Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat, dan di Ternate Tengah, Maluku Utara. Film ini mengangkat isu hilangnya hutan di Papua akibat konversi lahan menjadi perkebunan industri dengan dalih ketahanan pangan dan transisi energi, serta merekam perjuangan masyarakat Papua dalam mempertahankan tanah leluhur mereka.

Peristiwa pembubaran pertama dilakukan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unram, Sujita, bersama puluhan satpam kampus pada Kamis (7/5) sekitar pukul 18.55 WITA. Di Ternate Tengah, Dandim 1501 Ternate Letkol Inf Jani Setiadi juga memimpin pembubaran acara nobar yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate bersama Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) Maluku Utara.

A

Penulis

Amara Rukmana

Penulis di Nalar Fakta

Berita Terkait