Fakta Nasional

Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin Pagi

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi kembali pada malam sebelumnya dengan beberapa aktivitas seismik yang terdeteksi. Badan Geologi memberikan informasi terkini mengenai kondisi gunung tersebut.

N
Narayana Putra
07 September 2026
14 pembaca
Foto: Kondisi Gunung Anak Krakatau Senin Pagi Usai Erupsi (Dok Badan Geologi).
Foto: Kondisi Gunung Anak Krakatau Senin Pagi Usai Erupsi (Dok Badan Geologi).

Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada malam kemarin. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Geologi melalui akun X (Twitter) pada hari Senin, 7 September 2026, tercatat empat kali gempa hembusan. Pembaruan laporan mengenai aktivitas Anak Krakatau dilakukan dari pukul 00:00 hingga 06:00 WIB.

Badan Geologi melaporkan bahwa gunung api tersebut tertutup kabut dengan visibilitas 0-III dan asap dari kawah tidak terlihat. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut. "Cuaca berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 25.7-26.4°C. Kelembaban 79-82%," tulis mereka.

Rincian Aktivitas Seismik

Dari pengamatan yang dilakukan, terdapat empat kali gempa hembusan dengan amplitudo antara 30-41 mm dan durasi antara 22-39 detik. Selain itu, terdeteksi 34 kali gempa frekuensi rendah dan 44 kali gempa hybrid. "Empat kali gempa hembusan dengan amplitudo 30-41 mm, dan lama gempa 22-39 detik, 17 kali Harmonik dengan amplitudo 24-46 mm, dan lama gempa 23-387 detik," tambah laporan tersebut.

Lebih lanjut, terdapat 34 kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 19-45 mm dan durasi 6-19 detik, serta 44 kali gempa hybrid dengan amplitudo 20-46 mm. Sementara itu, satu kali gempa tremor terus menerus terdeteksi dengan amplitudo 5-15 mm, yang dominan berada di angka 10 mm. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 km. "Satu kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 5-15 mm, dominan 10 mm. Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," tulis mereka.

Informasi Erupsi Sebelumnya

Seperti yang diketahui, pada malam hari sebelumnya, tepatnya Minggu, 6 September, Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi. Erupsi tersebut terjadi pada pukul 20:23 WIB dan tidak ada visual letusan yang teramati. Namun, erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 58 mm dan durasi 44 detik.

Dengan adanya aktivitas ini, pihak berwenang terus memantau situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat untuk menjaga keselamatan.

Artikel Terkait