Fakta Nasional

Bentrokan Mematikan di Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Tujuh Tentara AS Tewas

Tujuh anggota Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan tewas dalam bentrokan di kapal induk USS Abraham Lincoln, yang mencerminkan ketegangan di kalangan awak kapal akibat masa penugasan yang panjang.

U
Ulam Kirana
12 August 2026
29 pembaca
Kapal induk AS, USS Abraham Lincoln (dok. REUTERS/Mike Blake/File Photo)
Kapal induk AS, USS Abraham Lincoln (dok. REUTERS/Mike Blake/File Photo)

Washington DC - Sebanyak tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan kehilangan nyawa dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat bentrokan yang terjadi di kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal ini merupakan salah satu kapal induk tercanggih yang dikerahkan dalam konteks perang melawan Iran yang sedang berlangsung. Insiden ini dianggap sebagai indikasi meningkatnya ketidakpuasan di kalangan awak kapal dan tekanan yang semakin besar dalam tubuh militer AS akibat masa penugasan yang berkepanjangan.

Laporan mengenai bentrokan di kapal induk tersebut, seperti yang disampaikan oleh Press TV, pada Rabu (12/6/2026), berasal dari kantor berita Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer terpercaya. Menurut informasi dari Tasnim, insiden ini dimulai ketika seorang penasihat untuk Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper mengunjungi USS Abraham Lincoln untuk menangani keluhan yang semakin banyak dari para awak kapal.

Awal Mula Bentrokan

Keluhan tersebut muncul setelah adanya protes dari keluarga para tentara AS mengenai lamanya masa penugasan kapal induk. Saat penasihat tersebut berbicara di depan para personel Angkatan Laut yang berkumpul, ia disambut dengan cemoohan dan lemparan botol air. Konfrontasi ini kemudian berkembang menjadi perkelahian fisik di antara awak kapal, di mana sejumlah pisau dan senjata tajam lainnya digunakan. Akibatnya, seperti yang dilaporkan oleh sumber yang dikutip Tasnim, sedikitnya tujuh personel militer AS tewas dan beberapa lainnya terluka. Suasana di atas kapal induk tersebut dilaporkan masih tegang dan tidak stabil.

Reaksi dan Kondisi di Kapal Induk

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari militer AS atau Gedung Putih terkait laporan yang berasal dari media Iran tersebut. USS Abraham Lincoln telah menjalani operasi selama 263 hari dan saat ini beroperasi di Samudra Hindia, dengan misi utama menegakkan blokade laut yang diterapkan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kapal induk ini telah berada di laut selama 208 hari berturut-turut, menjadikannya sebagai masa pengerahan terlama tanpa henti untuk sebuah kapal induk AS di era modern, dengan hanya singgah sebentar di Oman pada bulan Juli lalu.

Laporan mengenai bentrokan yang fatal ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai kondisi kehidupan dan kerja yang dihadapi oleh sekitar 5.000 pelaut dan Marinir AS di kapal induk tersebut. Keluarga para tentara AS telah menyuarakan kekhawatiran mengenai kelelahan, kesehatan mental, dan dampak dari masa penugasan yang berkepanjangan terhadap kemampuan mereka dalam menjalankan tugas dengan aman. Dalam sebuah pertemuan di San Diego, AS, pekan lalu, sekitar 200 kerabat personel militer AS mengonfrontasi Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao mengenai kondisi di dalam kapal induk dan belum adanya tanggal pasti untuk kepulangan awak kapal.

Artikel Terkait