Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait kekeringan meteorologis untuk periode Dasarian I Agustus (1-10 Agustus 2026). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sejumlah wilayah di Pulau Jawa kini berada dalam zona merah, yang menunjukkan kondisi kritis.
Kekeringan meteorologis didefinisikan sebagai situasi di mana terdapat anomali cuaca dan iklim yang menyebabkan penurunan curah hujan dalam jangka waktu tertentu. Gejala dari kondisi ini meliputi berkurangnya curah hujan, kenaikan suhu, serta peningkatan evapotranspirasi, yaitu proses penguapan air ke atmosfer. Menurut BMKG, saat ini sekitar 74% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, yang diperkirakan akan semakin parah akibat fenomena El Nino yang diprediksi akan berlangsung hingga awal tahun 2027.
Puncak Musim Kemarau dan Imbauan untuk Masyarakat
BMKG sebelumnya juga telah menginformasikan bahwa puncak musim kemarau tahun 2026 diperkirakan akan terjadi antara bulan Juli hingga September. Namun, tidak semua daerah mengalami puncak musim kemarau secara bersamaan; beberapa wilayah sudah merasakannya, sementara yang lain belum.
BMKG memberikan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di daerah yang telah memasuki musim kemarau untuk menghemat penggunaan air dan memanfaatkannya secara bijak. Mereka juga disarankan untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah, mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari jika memungkinkan, serta selalu memantau informasi cuaca dan iklim melalui akun resmi Instagram InfoBMKG.
Klasifikasi Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis
BMKG mengklasifikasikan peringatan dini kekeringan meteorologis ke dalam tiga kategori. Kategori pertama adalah "waspada" yang ditandai dengan warna kuning, menunjukkan bahwa curah hujan di daerah tersebut telah berkurang di bawah normal. Kategori kedua, "siaga" dengan warna oranye, menunjukkan bahwa kekeringan di wilayah tersebut telah menyebabkan penurunan cadangan air tanah. Terakhir, kategori "awas" dengan warna merah, menandakan bahwa wilayah tersebut telah lama tidak menerima hujan dan terancam mengalami kekeringan parah.
Berikut adalah rincian peringatan dini kekeringan meteorologis menurut BMKG:
- Waspada: Beberapa kabupaten/kota di Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.
- Siaga: Kategori siaga terdapat di beberapa kabupaten/kota di Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
- Awas: Kategori ini dengan peringatan warna merah terjadi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Di tengah kondisi kering yang mendominasi, BMKG juga menemukan potensi hujan lebat lokal yang masih mungkin terjadi. Hal ini disebabkan oleh aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial serta anomali OLR (outgoing longwave radiation) negatif. Gelombang Rossby Ekuatorial terpantau melintasi sebagian wilayah Sumatera dan perairan sekitarnya, yang dapat mendukung pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, terdapat sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Bengkulu yang berpotensi membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah tersebut, sehingga meningkatkan peluang terjadinya hujan. Dalam prediksi untuk periode 4-10 Agustus 2026, beberapa daerah yang diperkirakan masih akan diguyur hujan adalah Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan pada tanggal 4-7 Agustus, serta Aceh, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan pada tanggal 8-10 Agustus.
Dengan demikian, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi terkait cuaca dan iklim.