Jakarta - Brigadir Renita Rismayanti, anggota Divisi Hubungan Internasional Polri, telah dianugerahi Hoegeng Awards 2026 untuk kategori Polisi Inovatif. Dalam acara penganugerahan yang berlangsung di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (31/7/2026), Brigadir Renita menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterimanya.
"Saya merasa bersyukur karena diberikan kepercayaan untuk mendapatkan awards ini dan ini memang sebuah tanggung jawab bagi saya untuk menjadi lebih baik ke depannya," ungkapnya di malam puncak acara tersebut.
Kerja Sama Tim yang Solid
Brigadir Renita menekankan bahwa keberhasilannya tidak hanya merupakan hasil kerja kerasnya sendiri, melainkan juga berkat dukungan tim di divisinya. Ia memberikan pujian kepada rekan-rekannya yang berada di tim analis kriminal Divisi Hubungan Internasional Polri.
"Saya meyakini bahwa seluruh bidang pekerjaan memiliki value baik yang berada di lapangan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat maupun yang berada di balik layar semua memiliki value masing-masing," tambahnya. Ia juga berharap penghargaan ini bisa menjadi sumber motivasi bagi dirinya dan seluruh anggota Polri. "Saya berharap untuk seluruh anggota Polri untuk dapat menjadikan penghargaan sebagai motivasi untuk dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional," sambung Brigadir Renita.
Inovasi di Misi PBB
Brigadir Renita Rismayanti menerima Hoegeng Awards 2026 karena inovasinya dalam pendataan saat bertugas di United Nations Police (UNPOL) dalam Misi Stabilisasi Terintegrasi Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA). Selama penugasannya di sana, ia berhasil melakukan migrasi data kriminal UN Police yang berujung pada penghargaan dari PBB.
"Awal penugasan saya, setelah saya tiba di negara tersebut, saya diperkenalkan dengan negara yang masih banyak sekali terjadi konflik di sana. Jadi berbeda sekali dengan negara kita Indonesia," jelas Renita dalam wawancara terkait pencalonannya untuk Hoegeng Awards 2026.
Renita menjelaskan bahwa penempatan pertamanya adalah di seksi analis kriminal unit database kriminal, di mana ia bertugas untuk mendaftarkan seluruh tindak pidana yang terjadi di negara tersebut. Ia menemukan bahwa pendataan kasus kriminal masih dilakukan secara manual, sehingga ia mendapatkan tugas untuk mengubahnya menjadi digital yang terhubung langsung ke Markas UNPOL.
"Chief Section saya mempunyai ide untuk mengotomatisasikan register tersebut ke platform yang sudah dimiliki UN. Namun platform tersebut belum sempurna, kemudian dibentuklah UNPOL Case Management. Setelah platform tersebut terbentuk, pekerjaan kita sangat terbantu, kemudian kita bisa generate statistik-statistik yang diperlukan oleh atasan di misi dengan cepat dan juga real time," ucapnya.
Selain mengelola data UNPOL, Brigadir Renita juga memigrasi data kriminal dari kepolisian lokal di Afrika Tengah. Ia menyadari bahwa banyak pelaku kriminal yang belum terdata dan masih berkeliaran bebas. "Saya juga handle sebuah proyek besar dari MINUSCA yaitu instalasi database untuk polisi lokal di sana. Sebelumnya polisi lokal di sana belum memiliki database kriminal sama sekali," ujarnya.
Brigadir Renita juga menciptakan peta hotspot yang menunjukkan titik-titik dengan tingkat kriminalitas tinggi, yang bertujuan untuk membantu personel PBB dalam melakukan patroli. Atas semua inovasi yang dilakukannya, ia berhasil meraih penghargaan Women Police of The Year 2023, menjadikannya sebagai Polwan RI pertama yang mendapatkan penghargaan tersebut.