Jakarta, CNN Indonesia -- Budi Arie Setiadi, yang menjabat sebagai Ketua Umum organisasi relawan Jokowi, Projo, mengeluarkan klarifikasi terkait video yang menjadi viral, di mana ia membahas soal percepatan pemilu dalam sebuah forum relawan baru-baru ini. Dalam pernyataannya, Budi Arie meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak berkenan dengan analisis yang disampaikannya dalam video tersebut.
"Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," ungkap Budi Arie melalui keterangan video yang dirilis pada Rabu (26/8).
Analisis dan Tanggung Jawab Pribadi
Ia menegaskan bahwa analisis dan pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut adalah tanggung jawab pribadinya. Budi Arie juga menekankan bahwa pernyataan itu tidak memiliki kaitan dengan Presiden Joko Widodo, yang hadir di acara tersebut. "Kedua, pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait mengkaitnya dengan Bapak Joko Widodo," jelasnya.
Siap Menanggung Konsekuensi
Lebih lanjut, Budi Arie menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab atas analisis dan pernyataannya. "Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut," tegasnya.
Sebelumnya, dalam video yang beredar luas, Budi Arie membahas kemungkinan adanya percepatan dalam momentum politik dan pemilu. Video tersebut menjadi viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman itu, Budi terlihat berada di sebuah forum dan duduk di samping Presiden Joko Widodo.
"Tadi saya sudah bisikkan ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?' Apakah kita mau? Belum tentu kita mau," ungkap Budi Arie. Ia melanjutkan, "Kita masih ngomong, 'Oh ini Pemilu 2029, Pemilu 2029'. Kalau terjadi percepatan bagaimana? Kita siap enggak?"