Fakta Nasional

Budi Arie Setiadi Minta Maaf atas Kontroversi Ucapannya tentang 2029

Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Relawan Projo, meminta maaf setelah pernyataannya mengenai insting yang menyebutkan 'lebih cepat dari 2029' menimbulkan kehebohan. Ia menegaskan bahwa ucapannya bersifat...

N
Naufal Akbar
26 August 2026
29 pembaca
Foto: Taufiq/detikcom
Foto: Taufiq/detikcom

Jakarta - Budi Arie Setiadi, yang menjabat sebagai Ketua Umum Relawan Projo, menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang memicu kontroversi terkait dengan sejarah dan instingnya yang menyebutkan 'lebih cepat dari 2029'. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut adalah pandangannya pribadi dan tidak ada hubungannya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Pernyataan yang menuai banyak perhatian itu muncul dalam sebuah video berdurasi 1 menit 47 detik, di mana Budi Arie terlihat duduk di samping Jokowi dalam sebuah pertemuan. Dalam video tersebut, Budi Arie, yang mengenakan kemeja batik lengan panjang, mengungkapkan bisikannya kepada Jokowi tentang instingnya yang mengatakan bahwa 'ini lebih cepat dari 2029'. Ia kemudian bertanya kepada peserta forum bagaimana jika terjadi percepatan sebelum mereka sibuk membahas Pemilu 2029.

Reaksi Peserta Pertemuan

Selama Budi Arie berbicara tentang kemungkinan percepatan tersebut, beberapa peserta acara memberikan respons dengan menyatakan 'siap' dan 'oke'. Dalam penjelasannya, Budi Arie mengungkapkan, "... pandangan dan diskusi, dan menurut saya nanti akan kita diskusikan lagi lebih lanjut termasuk pandangan (suara tidak jelas, red) dan sebagainya. Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong Pemilu 29 Pemilu 29. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak. Itu lho maksud saya."

Ia juga menambahkan, "Saya pengalaman dengan gerak sejarah, ini ada yang abnormal di masyarakat saat ini. Ini demo Pati, Madura demo lagi, ikut tandingan, ah ini udah kayak Pam Swakarsa di 98 ini. Pasti kalah yang preman. Cuman maksud saya terjadi anomali-anomali variabel di masyarakat yang membuat kita tidak hanya sekadar memikirkan skenario-skenario konvensional."

Pernyataan Permohonan Maaf

Setelah video tersebut viral, pada Rabu (26/8/2026), Budi Arie mengeluarkan permintaan maaf. Dalam keterangan video yang disampaikan kepada wartawan, ia memberikan tiga poin klarifikasi mengenai pernyataannya yang kontroversial. Salah satu poin menyatakan bahwa ucapannya mengenai potensi percepatan dari 2029 tidak ada hubungannya dengan Jokowi, yang saat itu duduk di sampingnya. "Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait... dan mengkaitnya, dengan Bapak Joko Widodo," ujarnya.

Dalam pernyataan lengkapnya, Budi Arie menyampaikan, "Sehubungan dengan viralnya, pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan, satu, pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya. Kedua, pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait... dan mengkaitnya, dengan Bapak Joko Widodo. Yang ketiga, saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut. Terima kasih. Jaga terus persatuan Indonesia."

Sementara itu, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menegaskan bahwa Jokowi tidak mengetahui pernyataan Budi Arie dan tidak memberikan persetujuan atas ucapan tersebut. "Pak Jokowi hadir karena diundang ingin bertemu dengan relawan, di situ ada orang yang nyolong ngomong gitu. Tanpa tedeng aling-aling seakan-akan mengisyaratkan hal-hal yang potensial perpecahan bagi bangsa ini," ungkap Bestari.

Ia menambahkan, "Dan saya kira seribu persen saya menggaransi bahwa tidak ada persetujuan Pak Jokowi untuk hal-hal seperti apa yang disampaikan kemarin pagi itu," tegasnya.

Artikel Terkait