Fakta Nasional

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Penutupan 8 Bandara dan Penundaan Ribuan Penerbangan

Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan penutupan delapan bandara di Indonesia dan penundaan lebih dari 1.500 penerbangan, mempengaruhi ratusan ribu penumpang.

P
Panca Akbar Saputra
07 September 2026
16 pembaca
Foto: Ilustrasi penerbangan (Sui Suadnyana/detikcom)
Foto: Ilustrasi penerbangan (Sui Suadnyana/detikcom)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginformasikan bahwa delapan bandara di Indonesia terpaksa ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan ini berdampak pada ratusan ribu penumpang yang mengalami penundaan penerbangan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa penutupan bandara tersebut diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menilai dampak erupsi terhadap operasional penerbangan. "Kondisi debu yang tadi siang anginnya mengarah ke barat, sekarang informasi dari BMKG anginnya mengarah ke timur dengan kecepatan 5 knot pada level 15.000 feet. Melihat informasi tersebut dan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan, maka kami memutuskan delapan bandara tersebut akan kami tutup sampai 24.00 WIB," ungkap Dudy dalam keterangannya pada hari Minggu (6/9/2026).

Daftar Bandara yang Ditutup

Bandara yang ditutup mencakup Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Budiarto Curug di Tangerang, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat, Lampung, dan Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumsel.

Jumlah Penerbangan yang Terdampak

Sampai saat ini, tercatat 1.558 penerbangan yang mengalami penundaan, dengan sekitar 170.000 penumpang yang terpengaruh. Dudy menegaskan bahwa hak-hak penumpang yang terdampak akan dipenuhi oleh maskapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Maskapai diwajibkan untuk memberikan pelayanan dan informasi kepada penumpang mengenai status penerbangan serta pilihan penanganan yang tersedia.

Lebih lanjut, Dudy menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan bandara alternatif, seperti Bandara Kertajati, Bandara Juanda, Bandara YIA, serta bandara di Semarang dan Solo. Penumpang yang dipindahkan ke bandara alternatif akan mendapatkan transportasi darat gratis berupa bus dan kereta api. "Transportasi alternatif gratis. Bandara mana yang mau digunakan, InJourney akan menyediakan, dengan berkoordinasi bersama Angkasa Pura dan airlines. Penumpang akan diinfo oleh airlines jika airlines mau take off landing di bandara alternatif," jelasnya.

Artikel Terkait