Indonesia dikenal memiliki banyak ilmuwan yang penemuannya diakui di seluruh dunia. Penemuan-penemuan ini masih digunakan hingga saat ini dan mencakup berbagai bidang seperti teknologi, penerbangan, dan arsitektur. Berikut adalah delapan ilmuwan Indonesia yang karyanya telah mendunia.
1. RM Sedyatmo - Penemu Fondasi Cakar Ayam
RM Sedyatmo adalah seorang ilmuwan yang lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1934. Ia dikenal sebagai penemu teknik 'fondasi cakar ayam', yang telah diakui di sekitar 40 negara. Fondasi ini merupakan metode konstruksi asli Indonesia yang menggunakan pelat beton bertulang tipis yang didukung oleh pipa-pipa beton vertikal di bawahnya, dirancang untuk menjaga stabilitas bangunan di atas tanah lunak.
2. Khoirul Anwar - Penemu Konsep FTT
Khoirul Anwar, lulusan Nara Institute of Science and Technology di Jepang, merupakan pencetus konsep yang menjadi dasar bagi jaringan 4G LTE. Ia mengembangkan dua Fast Fourier Transform (FFT) yang kemudian dipatenkan oleh International Telecommunication Union (ITU) pada tahun 2005. Selain itu, ia juga memiliki paten untuk sistem deteksi transmitter ilegal yang berpotensi digunakan dalam teknologi 5G.
3. Prof Dr Mezak Arnold Ratag - Penemu Lebih dari 100 Nebula
Prof Dr Mezak Arnold Ratag, lahir di Malang pada 4 September 1962, telah menghasilkan lebih dari 100 karya ilmiah yang diakui secara internasional. Namanya diabadikan dalam 120 Planetary Nebula Cluster, termasuk Ratag-Zijlstra-Pottasch-Menzies dan Ratag-Pottasch cluster.
4. BJ Habibie - Penemu Crack Propagation Theory
BJ Habibie, yang menjabat sebagai Presiden ketiga Indonesia, memiliki lebih dari 40 hak paten di bidang teknik penerbangan yang diakui di seluruh dunia. Salah satu penemuan terkenalnya adalah Teori Crack Propagation, yang digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada struktur pesawat. Ia juga menciptakan pesawat pertama yang sepenuhnya dirancang di Indonesia, yaitu N-250 Gatotkaca.
5. Dr Joe Hin Tjio - Penemu Fakta Jumlah Kromosom Manusia
Dr Joe Hin Tjio, ilmuwan kelahiran Pekalongan, menemukan bahwa jumlah kromosom manusia adalah 46, yang terdiri dari 23 pasang. Penelitiannya dilakukan di Institute of Genetics of Sweden, University of Lund, dan hasilnya dipublikasikan di jurnal Hereditas, serta diakui secara global.
6. Adi Utarini - Penemu Teknologi untuk Memberantas Demam Berdarah
Prof dr Adi Utarini, MSc, MPH, PhD, dari Universitas Gadjah Mada, termasuk dalam daftar Nature's 10: Ten People Who Helped Shape Science in 2020. Ia melakukan riset mengenai teknologi yang efektif dalam mengurangi kasus demam berdarah, yang berhasil menurunkan angka kejadian hingga 77 persen di beberapa kota besar di Indonesia.
7. Tri Mumpuni - Mengembangkan Kemandirian Masyarakat di Desa-desa Terpencil
Tri Mumpuni, lulusan IPB University, pernah terpilih sebagai salah satu dari 22 ilmuwan Muslim paling berpengaruh. Ia berkontribusi dalam meningkatkan kemandirian masyarakat di daerah terpencil melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), dengan lebih dari 65 PLTMH yang telah dibangun di berbagai pelosok Nusantara.
8. Tjokorda Raka Sukawati - Penemu Konstruksi Sosrobahu
Tjokorda Raka Sukawati, seorang ilmuwan lulusan teknik sipil ITB, menemukan sistem konstruksi Sosrobahu atau Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH). Sistem ini memfasilitasi pembangunan jalan layang tanpa mengganggu arus lalu lintas, dan telah diakui secara internasional, termasuk digunakan dalam pembangunan jembatan di Seattle, Amerika Serikat.