Fakta Pendidikan

Desty Damayanti, Mantan Atlet Tenis yang Dicalonkan Jadi Gubernur Bank Indonesia

Desty Damayanti, yang saat ini menjabat sebagai Penjabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai calon Gubernur BI definitif. Desty, yang memiliki latar bel...

U
Ulam Kirana
11 August 2026
43 pembaca
Destry Damayanti Foto: Dok. BTN
Destry Damayanti Foto: Dok. BTN

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan Desty Damayanti, yang saat ini menjabat sebagai Penjabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, sebagai calon Gubernur BI definitif kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Usulan ini disampaikan melalui Surat Presiden yang diserahkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada DPR RI. "Namanya tunggal satu nama yaitu atas nama ibu Destry yang beliau sekarang menjabat Penjabat Gubernur BI Sementara," kata Prasetyo di Gedung DPR RI, pada Senin (10/8/2026).

Desty diangkat sebagai Penjabat Sementara Gubernur Bank Indonesia setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada 27 Juli 2026.

Perjalanan Karier dan Latar Belakang

Desty Damayanti, seorang ekonom yang lahir di Jakarta pada tahun 1963, memiliki masa lalu yang menarik sebagai seorang atlet tenis. Ia pernah berkompetisi di berbagai ajang olahraga besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) dan SEA Games. "Saya waktu itu menang se-Indonesia tuh. Nah dari situ mulai suka banget sama tenis. Sampai saya lanjut sampai ikut yang senior seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) sampai Sea Games juga," ujarnya.

Namun, saat di bangku SMA, ia dihadapkan pada pilihan antara melanjutkan karier tenis atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. "Saya merasakan nyaman di tenis sampai saat SMA menjelang kuliah saya berpikir apakah saya terus di dunia ini (tenis) atau tidak. Karena menjadi atlet itu susah," ungkapnya dalam acara The Inspiring Woman di CNBC Indonesia beberapa waktu lalu. Setelah lulus SMA, Destry tidak langsung mendaftar kuliah dan sempat mengikuti beberapa turnamen. Tiga bulan sebelum seleksi penerimaan mahasiswa baru, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan.

Desty memilih Fakultas Ekonomi dan berhasil diterima di Universitas Indonesia pada tahun 1983. "Cuma jurusan itu yang saya pilih," ujarnya. Ia mengaku menyukai ilmu ekonomi, terutama karena dosen-dosen yang berkualitas, seperti Emil Salim. Selama kuliah, ia juga aktif sebagai asisten dosen dan asisten peneliti di program Harvard Institute for International Development (HIID) Kementerian Keuangan.

Karier di Bidang Ekonomi

Setelah lulus dari UI pada tahun 1989, Desty melanjutkan pendidikan dengan beasiswa dari Kementerian Keuangan untuk mengambil gelar master di Cornell University, Amerika Serikat, dengan jurusan Regional Science. Setelah menyelesaikan studinya, ia bekerja di Kementerian Keuangan sebelum beralih menjadi ekonom di sebuah bank swasta.

Kariernya terus berkembang, termasuk menjabat sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri dari tahun 2011 hingga 2015, Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada tahun 2014-2015, serta sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015-2019. Ia diangkat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI No.74/P Tahun 2019 pada 29 Juli 2019, dan akan menjabat hingga tahun 2029.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait