Fakta Pendidikan

Dikenalkan 'Nagatitan', Dinosaurus Raksasa dari Asia Tenggara yang Ditemukan di Thailand

Selasa, 19 Mei 2026, 12:52 WIB 6 views 3 menit baca
Dikenalkan 'Nagatitan', Dinosaurus Raksasa dari Asia Tenggara yang Ditemukan di Thailand
Foto: Patchanop Boonsai via Phys.org/Dinosaurus Nagatitan chaiyaphumensis yang ditemukan di Tailan.
Bagikan:

Peneliti telah menemukan jenis baru dari dinosaurus herbivora dengan leher panjang yang merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Penemuan ini dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh para ilmuwan dari University College London (UCL), Universitas Mahasarakham, Universitas Teknologi Suranaree, dan Museum Sirindhorn di Thailand.

Dinosaurus ini diidentifikasi berdasarkan tulang-tulang yang ditemukan di tepi sebuah kolam di timur laut Thailand sekitar sepuluh tahun lalu. Para ahli melakukan analisis terhadap tulang belakang, tulang rusuk, panggul, dan kaki, termasuk tulang kaki depan yang panjangnya mencapai 1,78 meter, setara dengan tinggi manusia.

Ukuran Raksasa dan Nama yang Bermakna

Diperkirakan, dinosaurus ini memiliki panjang sekitar 27 meter dan berat mencapai 27 ton metrik, yang setara dengan sembilan ekor gajah Asia dewasa. Dinosaurus ini dinamakan Nagatitan chaiyaphumensis, di mana 'Naga' merujuk pada ular air mitologis dalam budaya Thailand dan Asia Tenggara, sementara 'Titan' berarti raksasa dalam mitologi Yunani, dan chaiyaphumensis menunjukkan asal fosil dari provinsi Chaiyaphum di Thailand. Ini menjadi dinosaurus ke-14 yang diberi nama di Thailand.

Nagatitan termasuk dalam keluarga sauropoda, yaitu kelompok pemakan tumbuhan dengan leher dan ekor panjang, yang juga mencakup spesies seperti Diplodocus dan Brontosaurus. Mereka hidup pada periode Kapur Awal, sekitar 100 hingga 120 juta tahun yang lalu.

Penemuan yang Signifikan

Thitiwoot (Perth) Sethapanichsakul, penulis utama yang juga merupakan mahasiswa doktoral di UCL Earth Sciences, menjelaskan, "Dinosaurus kami besar menurut standar kebanyakan orang—kemungkinan beratnya setidaknya 10 ton metrik lebih besar daripada Dippy si Diplodocus (Diplodocus carnegii). Namun, ukurannya masih lebih kecil dibandingkan sauropod seperti Patagotitan (60 ton metrik) atau Ruyangosaurus (50 ton metrik)." Ia menambahkan bahwa Nagatitan disebut sebagai 'titan terakhir' Thailand karena ditemukan di formasi batuan pembawa dinosaurus termuda di negara tersebut.

Selama periode Kapur Awal, lingkungan di daerah tersebut cenderung kering hingga semi-kering, yang menjadi habitat ideal bagi sauropoda. Mereka memanfaatkan leher dan ekor panjang untuk mengatur suhu tubuh. Lokasi penemuan juga merupakan bagian dari sistem sungai yang berkelok-kelok, di mana berbagai jenis ikan, hiu air tawar, dan buaya hidup.

Nagatitan hidup berdampingan dengan berbagai dinosaurus pemakan tumbuhan yang lebih kecil, seperti iguanodontian dan ceratopsian awal, serta predator besar seperti carcharodontosauria dan spinosauria, serta pterosaurus yang berburu ikan di sungai.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports dengan judul "The first sauropod dinosaur from the Lower Cretaceous Khok Kruat Formation of Thailand enriches the diversity of somphospondylan titanosauriforms in southeast Asia", yang terbit pada 14 Mei 2026.

Dr. Sita Manitkoon, ketua proyek dan peneliti di Pusat Penelitian dan Pendidikan Paleontologi, Universitas Mahasarakham, menyatakan, "Meskipun Thailand adalah negara kecil di Asia, kami memiliki keanekaragaman fosil dinosaurus yang sangat tinggi, mungkin yang ketiga terbanyak di Asia dalam hal sisa-sisa dinosaurus." Ia menambahkan bahwa penelitian tentang dinosaurus di Thailand baru dimulai sekitar 40 tahun yang lalu dan kini telah ada peningkatan jumlah peneliti muda yang aktif dalam bidang ini.

Dengan penemuan ini, diharapkan dapat meningkatkan pengakuan internasional terhadap dinosaurus dari Asia Tenggara dan memperluas pemahaman tentang paleobiologi wilayah tersebut.

P

Penulis

Panca Akbar Saputra

Penulis di Nalar Fakta

Sumber: detik.com detik.com

Berita Terkait