Surabaya, CNN Indonesia -- Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD Partai Demokrat Jawa Timur telah menetapkan Emil Elestianto Dardak sebagai calon tunggal Ketua DPD Demokrat Jatim untuk periode 2026-2031. Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan aklamasi dari seluruh pemegang hak suara yang terdiri dari 38 DPC Demokrat di kabupaten/kota, DPD Demokrat Jatim, serta DPP Demokrat.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyatakan bahwa semua unsur pemegang suara sepakat memberikan dukungan kepada Emil. "Jadi sah ya ini aklamasi untuk Pak Emil Dardak kembali memimpin Demokrat Jawa Timur periode 2026-2031. Saya usulkan ke DPP, dan tim formatur akan bekerja," ungkap Herman di Novotel Surabaya pada Sabtu (29/8).
Komitmen Emil Dardak untuk Partai Demokrat
Emil Dardak juga mengungkapkan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Jawa Timur bersama seluruh kader. "Ada berbagai agenda terkait dengan program kerja. Hari ini hasil Musda sudah langsung dikirim ke DPP. Pada intinya kita ingin kader-kader yang loyal dan penuh semangat, jadi kita tidak ingin terlalu membeda-bedakan untuk generasi," kata Emil.
Dia menargetkan agar setiap daerah pemilihan (dapil) di Jawa Timur bisa meloloskan minimal satu wakil legislatif, dari tingkat DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, hingga DPR RI. "Kita tentu menargetkan setiap penjuru Jawa Timur bisa diwakili oleh Partai Demokrat di Senayan. Jadi tinggal dihitung saja berapa jumlah dapil yang ada di Jawa Timur, kita akan bekerja keras, kita akan memastikan bahwa tentunya masyarakat hari ini bukan hanya ingin melihat janji," jelas Emil.
Lebih lanjut, Emil menekankan pentingnya bukti nyata dari kinerja kader di daerah, "Maka dalam kapasitas misalnya, yang RI-nya belum ada tapi sudah ada Dewan Provinsi di sana, maka Dewan Provinsi itu harus menjadi sebuah wujud bukti. Dibuktikan dari amanah yang dipegang saat ini dulu, bagaimana masyarakat bisa mengenal Partai Demokrat. Tapi kita berkomitmen satu, bahwa kita berikhtiar tetapi tetap menjaga kebersamaan dengan seluruh elemen warna partai yang ada di Jawa Timur dan Indonesia," tambahnya.
Dukungan dari Gubernur dan Tokoh Lain
Musda yang berlangsung di Novotel Samator Surabaya ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dalam sambutannya, Khofifah memberikan doa restu agar Emil dapat melanjutkan kepemimpinan di Jawa Timur ke depan. Ia mengenang perjalanan tujuh tahun kepemimpinannya bersama Emil, "Ini sudah pada tahun ketujuh. Saya bisa merasakan bagaimana suasana kesejukan dengan penuh produktivitas yang bisa kita bangun bersama. Saya rasa nuansa Partai Demokrat di sangat banyak lini adalah partai yang produktif tapi dibangun dengan penuh kesejukan," kata Khofifah.
Khofifah juga menegaskan bahwa Partai Demokrat telah konsisten mendampinginya dalam dua kali Pilgub Jatim yang mengantarkannya menjabat Gubernur sejak 2019. "Proses demokrasi yang sudah berjalan luar biasa ini, sekaligus saya menjadi bagian yang mendapatkan support dari Partai Demokrat. Dua kali kami berproses, saya dan Pak Emil dan kepada semuanya, kami berproses tanpa mahar. Jadi, kami bersyukur bahwa support dari Partai Demokrat," ucapnya.
Di akhir sambutannya, Khofifah mendoakan agar Emil kelak dapat menjadi pemimpin nomor satu di Jawa Timur. "Hari ini kita bersama-sama menguatkan, dan mengantarkan Pak Emil Elestianto Dardak pada saatnya dari Musda ke-7, tujuh ini pitulungan, Allah menurunkan pertolongan untuk bisa menjadi komandan nomor satu di Provinsi Jawa Timur ini," ujarnya.
Dukungan serupa juga datang dari Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Pacet, KH Asep Saifuddin Chalim, yang turut hadir dalam acara tersebut. "Saya tidak ragu lagi mendoakan dan saya akan menjadi barisan utama mendukung Pak Emil menjadi Gubernur Jawa Timur meneruskan Bu Khofifah," kata Kiai Asep.