Fakta Politik

Fraksi Golkar Lakukan Perubahan Pimpinan di DPR

Fraksi Partai Golkar di DPR melakukan perubahan dalam susunan pimpinan dan keanggotaan komisi bersamaan dengan peringatan HUT ke-81 RI. Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengumumkan perubahan te...

N
Narayana Putra
19 August 2026
27 pembaca
Fraksi Partai Golkar merombak keanggotaan pimpinan dan komisi di DPR, termasuk perubahan posisi penting, bersamaan dengan HUT ke-81 RI. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Fraksi Partai Golkar merombak keanggotaan pimpinan dan komisi di DPR, termasuk perubahan posisi penting, bersamaan dengan HUT ke-81 RI. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)

Jakarta, CNN Indonesia -- Fraksi Partai Golkar di DPR telah melakukan perombakan dalam susunan keanggotaan di jajaran pimpinan, komisi, serta alat kelengkapan dewan (AKD) lainnya bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Muhammad Sarmuji, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, menyampaikan bahwa pengumuman mengenai perubahan susunan pimpinan fraksi telah disampaikan dalam rapat paripurna yang berlangsung pada hari ini.

Perubahan keanggotaan fraksi Golkar dalam AKD diatur dalam surat fraksi yang dikeluarkan pada tanggal 14 Agustus, yang mengatur Penetapan Susunan Keanggotaan AKD dari Fraksi Partai Golkar DPR RI. Sarmuji, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi, menginformasikan bahwa posisi Sekretaris Fraksi kini dipegang oleh Gde Sumarjaya Linggih, yang menggantikan Sari Yuliati, yang baru-baru ini dilantik sebagai Wakil Ketua DPR menggantikan Adies Kadir.

Perubahan di Komisi DPR

Selain itu, perombakan juga terjadi di pimpinan Komisi II DPR. Wakil Ketua Komisi II DPR dari Partai Golkar, yang sebelumnya dijabat oleh Zulfikar Arse, kini diisi oleh Agun Gunanjar Sudarsa. Sementara itu, posisi Wakil Ketua Komisi III yang sempat kosong kini diisi oleh Daniel Mutaqien Syafiuddin.

Di Komisi X, Hetifah Sjaifudian tidak lagi menjabat sebagai Ketua dan dipindahkan menjadi anggota Komisi VII yang membidangi Sosial Keagamaan. Sebagai penggantinya, Komisi X kini dipimpin oleh Agung Widyantoro.

Kendala dalam Perombakan

Sarmuji mengungkapkan bahwa ia mengalami kesulitan dalam melakukan perombakan di jajaran fraksinya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya anggota yang memiliki kedekatan dengan pengurus pusat maupun organisasi pendiri Golkar, seperti MKGR, Kosgoro, dan Soksi. “Jadi pokoknya ngeri-ngeri sedap sekarang ini. Padahal ketua fraksinya masih sekjen, kalau ketua fraksinya bukan sekjen lebih pusing lagi itu. Jadi saya sampaikan laporan ini sekaligus minta perlindungan pada Ketua Umum ini,” ungkap Sarmuji di hadapan Ketua Umum Bahlil Lahadalia yang turut hadir dalam acara tersebut.

Dengan perubahan ini, Fraksi Golkar berharap dapat meningkatkan kinerja dan efektivitas dalam menjalankan tugas-tugas di DPR.

Artikel Terkait