Fakta Politik

Gerindra Menolak Isu Duet Gus Kikin dan Miftahul Achyar Sebagai Paket dari Istana

Partai Gerindra melalui Ketua Dewan Kehormatan, Ahmad Muzani, menanggapi isu yang menyebutkan bahwa duet Gus Kikin dan Miftahul Achyar merupakan paket yang disiapkan oleh Istana. Ia menegaskan bahwa t...

A
Agustinus Jaya Wiratama
01 September 2026
27 pembaca
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menutup Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) disaksikan Rais Aam terpilih KH Miftahul Akhyar (tengah) dan Ketum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIF
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menutup Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) disaksikan Rais Aam terpilih KH Miftahul Akhyar (tengah) dan Ketum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIF

Jakarta, CNN Indonesia -- Ahmad Muzani, yang menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, menegaskan bahwa kabar yang beredar mengenai duet Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, dan Miftahul Achyar sebagai paket dari Istana adalah tidak benar. "Itu berseliweran, tapi saya tidak melihat adanya isu itu," ungkap Muzani di kompleks parlemen pada Senin (31/8).

Ucapan Selamat dan Harapan untuk NU

Muzani juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Miftahul dan Gus Kikin. Ia menilai bahwa Muktamar ke-35 NU berlangsung dengan sukses dan penuh nuansa kekeluargaan serta keakraban. "Kami berharap organisasi ini akan tetap memberikan kontribusi yang besar bagi masa depan pembangunan Indonesia, bagi kerukunan, bagi persatuan, bagi persaudaraan, dan bagi harmoni serta kerukunan dalam beragama," tambahnya.

Proses Pemilihan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU

Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Senin (31/8). Ia terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah memperoleh dukungan tertulis dari Rais Aam dan meraih suara terbanyak dari para muktamirin. Gus Kikin mendapatkan 472 suara, mengalahkan empat kandidat lainnya dalam Sidang Pleno Muktamar.

Pengumuman mengenai terpilihnya Gus Kikin disampaikan oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta para kiai sepuh lainnya. "Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031," kata Kiai Anwar saat membacakan keputusan AHWA di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada pagi hari yang sama.

Rapat AHWA yang menentukan pemilihan ini dilakukan secara tertutup di Ndalem Kasepuhan antara pukul 06.20 WIB hingga 07.00 WIB, dimulai dengan bacaan Ummul Quran dan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh KH Anwar Manshur. Kiai Anwar juga menyampaikan bahwa berita acara penetapan Gus Kikin sebagai Ketua Umum telah ditandatangani oleh sembilan kiai anggota AHWA, termasuk KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, dan KH Miftakhul Akhyar yang juga terpilih sebagai Rais Aam.

Artikel Terkait