Fakta Politik

Gibran Mengakui Kekurangan dalam Penanganan Gempa NTT

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta maaf kepada masyarakat terkait penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur yang dinilai masih kurang memadai. Permintaan maaf tersebut disampaikan saa...

U
Ulam Kirana
21 August 2026
31 pembaca
Wakil Presiden Gibran Rakabuming minta maaf atas kekurangan penanganan bencana gempa di NTT. (ANTARA/Prisca Triferna)
Wakil Presiden Gibran Rakabuming minta maaf atas kekurangan penanganan bencana gempa di NTT. (ANTARA/Prisca Triferna)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengungkapkan permohonan maafnya kepada masyarakat terkait penanganan bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang masih dianggap memiliki banyak kekurangan. Permohonan maaf ini disampaikan Gibran saat ia mengunjungi warga yang terdampak gempa di Kabupaten Sikka, didampingi oleh Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, pada Kamis (20/8).

Dalam kunjungannya ke posko pengungsian yang terletak di Stadion Gelora Samador, Maumere, Gibran berinteraksi langsung dengan para pengungsi, menanyakan kondisi mereka serta kebutuhan mendesak yang diperlukan. Ia juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada semua pihak yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana tersebut.

Kepedulian terhadap Kebutuhan Dasar

Gibran menegaskan pentingnya keselamatan masyarakat dalam penanganan bencana. Ia menyatakan, "Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat," dalam keterangan tertulisnya.

Ia juga telah meminta kepada pemerintah pusat dan daerah agar bantuan dapat menjangkau seluruh masyarakat yang terdampak. Gibran menekankan bahwa kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, toilet, obat-obatan, serta layanan kesehatan harus sampai kepada masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil.

Tanggung Jawab Negara dalam Pemulihan

Gibran menegaskan bahwa tanggung jawab negara adalah untuk memastikan bahwa masyarakat tidak dibiarkan menghadapi dampak bencana sendirian. Mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto, ia menegaskan bahwa pemerintah akan hadir untuk memastikan penanganan darurat dan proses pemulihan pascabencana dilakukan dengan cepat dan efektif.

"Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan pemulihan pascabencana. Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat," ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pengungsi untuk tidak kembali ke rumah mereka yang rusak, mengingat potensi gempa susulan yang masih tinggi. Gibran memastikan bahwa rumah, sekolah, dan fasilitas umum yang terdampak akan segera diperbaiki. "Bapak, Ibu, di sini dulu, ya. Ada gempa susulan. Kita pastikan nanti rumah yang rusak, sekolah-sekolah, tempat-tempat [lainnya], nanti kita perbaiki," tuturnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban jiwa akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur telah meningkat menjadi 75 orang. Data ini merupakan pembaruan terbaru dari BNPB pada Kamis (20/8) pukul 16.00 WIB.

Artikel Terkait