Fakta Politik

Hasil Survei Elektabilitas Partai Politik di Jawa Timur: Gerindra Memimpin, Demokrat Meningkat

Lembaga survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) mengumumkan hasil survei terbaru mengenai elektabilitas partai politik di Jawa Timur, di mana Gerindra tetap di posisi teratas dan Demo...

N
Naufal Akbar
04 September 2026
24 pembaca
Ilustrasi pelaksanaan pemungutan suara pada pemilu legislatif. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)
Ilustrasi pelaksanaan pemungutan suara pada pemilu legislatif. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)

Lembaga survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) baru saja merilis hasil survei terbaru mengenai elektabilitas partai politik di Jawa Timur. Dalam survei ini, Gerindra kembali menempati posisi teratas, sedangkan Demokrat menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Peneliti ARCI, Baihaki Sirajt, menyatakan bahwa Gerindra telah konsisten memimpin dalam survei elektabilitas partai politik di Jawa Timur sejak akhir tahun 2025, sementara partai-partai lainnya cenderung stagnan. "Gerindra masih teratas di Jatim sejak akhir 2025. Partai lainnya cenderung stagnan, dan Demokrat terus berprogres," ungkap Baihaki saat mempresentasikan hasil survei di Surabaya pada Jumat (4/9).

Rincian Elektabilitas Partai

Berdasarkan data dari survei tersebut, Gerindra memiliki elektabilitas sebesar 16,3 persen, diikuti oleh PKB dengan 15,1 persen, PDI Perjuangan 13,7 persen, Golkar 12,5 persen, dan Demokrat juga 12,5 persen. Selanjutnya, PSI tercatat 5,1 persen, PAN 4,2 persen, NasDem 4,1 persen, PKS 4,1 persen, PPP 1,5 persen, Perindo 1,1 persen, partai lainnya 3,5 persen, serta responden yang tidak tahu atau tidak memberikan jawaban sebesar 6,3 persen.

Baihaki menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan Gerindra tetap bertahan di posisi teratas, salah satunya adalah keaktifan para legislator yang secara langsung berinteraksi dengan masyarakat. "Memang legislator Gerindra ini banyak yang aktif tentunya mengawal program presiden, termasuk mereka juga menyerap aspirasi warga. Selain itu, kepala daerah Gerindra di Jatim sangat banyak. Secara langsung ini berdampak pada elektoral partai," jelasnya.

Kenaikan Elektabilitas Demokrat

Di sisi lain, Baihaki mencatat bahwa elektabilitas PKB masih stagnan di Jawa Timur, sedangkan Golkar mengalami penurunan. "PKB stagnan, untuk PDIP ada progres meski sangat kecil. Sementara Golkar menurun sejak akhir tahun 2025 lalu. Kenaikan justru ada di Demokrat dampak kerja-kerja elektoral dari Emil Dardak beserta pengurus DPD selama setahun terakhir," ujarnya.

Baihaki menambahkan bahwa peningkatan elektabilitas Demokrat tidak terlepas dari perombakan jajaran pengurus partai dalam setahun terakhir serta pengaruh positif dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Ketua DPD Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. "Tentu yang juga sangat berdampak pada elektoral Demokrat ialah coattail effect dari AHY sebagai salah satu menteri dengan kinerja terbaik. Selain itu, elektoral terhadap Emil Dardak juga meningkat di Jatim, dan semakin banyak warga yang tahu bahwa Emil Dardak adalah Ketua Demokrat Jatim," tambahnya.

Namun, Baihaki juga menyoroti penurunan elektabilitas PPP di Jawa Timur yang tercatat sebagai yang terendah sepanjang survei ARCI. "Hampir di semua segmen wilayah, PPP anjlok. Hanya di Madura saja PPP masih bisa bersaing bahkan bisa di 5 besar. Ini tentu alarm berbahaya bagi PPP yang menargetkan kembali lolos ke Senayan pada 2029 karena Jatim lumbung suara," tuturnya.

Survei elektabilitas partai politik di Jawa Timur ini dilaksanakan oleh ARCI pada 18-28 Agustus 2026, melibatkan 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan jumlah responden yang proporsional sesuai dengan jumlah penduduk masing-masing daerah. Metode yang digunakan adalah Stratified Multistage Random Sampling. ARCI merupakan salah satu dari 81 lembaga survei yang terdaftar di KPU dan memenuhi syarat sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor 9 Tahun 2022 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Umum.

Artikel Terkait