Fakta Nasional

India Minta Warganya Menunda Pembelian Emas Selama Setahun

Senin, 18 Mei 2026, 09:58 WIB 19 views 3 menit baca
India Minta Warganya Menunda Pembelian Emas Selama Setahun
Ilustrasi. Seorang perempuan terlihat di cermin saat dia mengenakan kalung emas tebal, gelang, dan anting-anting, dengan berbagai perhiasan emas lain dipajang di latarnya. (Getty Images)
Bagikan:

India mengeluarkan seruan kepada warganya untuk menghentikan pembelian emas selama satu tahun, menyusul dampak ekonomi yang meluas akibat konflik antara AS dan Israel dengan Iran. Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan pada 10 Mei lalu, "Demi kepentingan negara, kita harus memutuskan bahwa selama setahun, meskipun ada acara di rumah, kita tidak akan membeli perhiasan emas." Dia menambahkan, "Patriotisme tidak hanya tentang kesiapan mengorbankan nyawa di perbatasan. Dalam situasi seperti ini, hal itu berarti hidup secara bertanggung jawab dan menjalankan kewajiban kita kepada negara dalam kehidupan sehari-hari."

Kenaikan Bea Impor Emas

Tiga hari setelah pernyataan tersebut, India juga menaikkan bea impor emas menjadi 15% dari sebelumnya 6%. Kebijakan ini menjadi tantangan bagi pasar emas, yang merupakan yang terbesar kedua di dunia dalam hal perhiasan dan investasi. Pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret, negara ini mengimpor logam mulia senilai US$72 miliar (sekitar Rp1.267 triliun). Emas memiliki makna budaya yang kuat di India, sering kali diberikan sebagai hadiah dalam pernikahan dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Modi menjelaskan bahwa pembelian emas menguras cadangan devisa yang besar di saat India menghadapi kenaikan biaya impor minyak. Negara tersebut mengimpor lebih dari 85% kebutuhan minyaknya, dan harga minyak telah melonjak hingga 70% setelah dimulainya konflik tersebut, yang juga mempengaruhi jalur perdagangan penting di Selat Hormuz.

Dampak Terhadap Sektor Perhiasan

Dalam konteks ini, seorang perajin perhiasan di New Delhi, Sanjeev Agarwal, menyatakan bahwa situasi saat ini lebih buruk dibandingkan dengan masa pandemi Covid. Rekan sesama perajin, Abhishek Agarwal, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa jika masyarakat berhenti membeli emas, usaha mereka akan kesulitan untuk bertahan.

Profesor Sundaravalli Narayanaswami dari India Gold Policy Centre menjelaskan bahwa lebih dari 90% kebutuhan emas di India bergantung pada impor. Setiap tahun, sekitar 600 hingga 700 ton emas diimpor, sementara ekspor sangat rendah. Hal ini menyebabkan emas menumpuk di rumah-rumah masyarakat.

Emas sering dianggap sebagai investasi yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi, sehingga permintaannya tetap tinggi meskipun dalam krisis. Namun, seruan Modi untuk menahan pembelian emas dianggap tidak biasa oleh beberapa pihak. Hamad Hussain dari lembaga riset Capital Economics menilai bahwa langkah ini dapat dimengerti karena India mengimpor emas dalam jumlah besar, yang berkontribusi signifikan terhadap tagihan impor negara.

Para ekonom memiliki pandangan berbeda mengenai dampak penurunan permintaan emas dari India terhadap harga global. Beberapa berpendapat bahwa penurunan ini bisa menekan harga emas, sementara yang lain meragukan dampaknya karena faktor-faktor lain yang lebih mempengaruhi harga saat ini.

Modi juga mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, berbagi kendaraan, dan membatasi perjalanan luar negeri yang tidak penting untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Di berbagai negara, langkah-langkah serupa telah diterapkan untuk mengatasi lonjakan harga energi.

Beberapa pelaku industri perhiasan meminta pertemuan dengan pemerintah untuk mencari solusi. Salah satu perajin, Shweta Gupta, mengekspresikan keprihatinannya, "Kalau hanya dua bulan, mungkin kami bisa bertahan, tetapi satu tahun penuh terlalu berat. Bagaimana kami harus membayar karyawan?"

A

Penulis

Agustinus Jaya Wiratama

Penulis di Nalar Fakta

Berita Terkait