Fakta Pendidikan

Inovasi Teknologi Kesehatan Panggul Buatan oleh Dosen Undip dari Ilmu Teknik Mesin

Universitas Diponegoro (Undip) melalui Prof Jamari dan timnya berhasil mengembangkan teknologi kesehatan berupa panggul buatan yang disesuaikan dengan anatomi masyarakat Indonesia. Inovasi ini merupak...

P
Padma Dewi
05 September 2026
20 pembaca
Prof Jamari Undip. Foto: Undip
Prof Jamari Undip. Foto: Undip

Jakarta - Tribologi adalah cabang ilmu teknik mesin yang mempelajari gesekan, keausan, dan pelumasan berdasarkan mekanika kontak. Di Universitas Diponegoro (Undip), terdapat seorang pakar tribologi yang diakui secara internasional, yaitu Prof Jamari. Berkat keahlian ini, Prof Jamari bersama timnya mengembangkan teknologi kesehatan di Undip Biomechanics Engineering and Research Center (UBM-ERC), yang kini menjadi salah satu pusat riset tribologi terbesar di Indonesia. Laboratorium ini mengintegrasikan prinsip-prinsip mekanika tribologi dengan anatomi tubuh manusia.

Pengembangan Panggul Buatan yang Sesuai dengan Kebutuhan Lokal

Setelah menyelesaikan program doktoralnya di Belanda, Prof Jamari memiliki visi untuk menciptakan alat medis yang memenuhi standar tinggi. Dengan dukungan dari perusahaan SKF, ia mendalami teori dasar mengenai kontak mekanis. Pengalaman panjang ini membawanya untuk berkolaborasi dengan dokter spesialis ortopedi yang sering menghadapi kesulitan saat menggunakan implan panggul yang berasal dari luar negeri.

Masalah yang dihadapi adalah ketidaksesuaian produk implan panggul impor dengan postur tubuh dan budaya lokal. Implan yang dirancang di Barat sering kali terlalu besar untuk struktur panggul orang Asia, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada tulang asli pasien. Selain itu, implan konvensional tidak dirancang untuk mendukung fleksibilitas gerakan ekstrem, seperti posisi duduk saat beribadah, yang dapat memicu dislokasi implan.

Inovasi Dual Mobility Total Hip Prosthesis

Menanggapi tantangan tersebut, tim UBM-ERC di Undip merancang sambungan tulang panggul buatan yang mempertimbangkan anatomi dan gerakan masyarakat Indonesia. "Bisa enggak kita mendesain sambungan tulang panggul yang bisa digunakan untuk salat dan cocok untuk orang Indonesia?" ungkap Prof Jamari.

Riset ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2007 dan terus berkembang dengan berbagai generasi desain. Pada iterasi desain kelima, versi ketiga yang telah mendapatkan paten resmi menawarkan rentang gerak yang lebih dinamis namun tetap presisi, sehingga pasien yang mengalami kerusakan sendi panggul dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.

Kolaborasi ini melibatkan berbagai disiplin ilmu dan instansi, termasuk mitra manufaktur ATMI Solo dan Unika Atma Jaya Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini juga membawa Prof Jamari meraih Science and Technology Award 2025 dari Indonesia Toray Science Foundation (ITSF).

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait