Fakta Politik

Istana Minta Menteri Pekerjaan Umum Tingkatkan Komunikasi

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengharapkan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memperbaiki cara komunikasinya setelah mendapat sorotan. Hal ini disampaikan di Istana Kepresidenan Jakarta.

A
Agustinus Jaya Wiratama
21 July 2026
72 pembaca
Menteri PU Dody Hanggodo saat acara peresmian 5 Bendungan di Indonesia, Lombok Barat, 10 Juli 2026. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).
Menteri PU Dody Hanggodo saat acara peresmian 5 Bendungan di Indonesia, Lombok Barat, 10 Juli 2026. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).

Jakarta, CNN Indonesia -- Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, berharap agar Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dapat memperbaiki pola komunikasinya. Harapan ini disampaikan sebagai respons terhadap kritik mengenai gaya komunikasi Dody yang dianggap kurang tepat.

"Kalaupun ada yang berkenaan dengan masalah, salah seorang menteri yang kemudian dianggap cara menyampaikan sesuatu ke publik itu dianggap kurang pas, nah itu menjadi catatan untuk nanti kami komunikasi dan kita berharap akan diperbaiki," ungkap Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Selasa, 21 Juli.

Evaluasi Kinerja Pemerintah

Prasetyo juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo selalu memberikan evaluasi kepada seluruh kementerian dan menteri di bawahnya. Hal ini dilakukan untuk terus meningkatkan kinerja pemerintah setiap harinya.

"Kita lakukan evaluasi dalam artian saling berkoordinasi, dalam artian saling memberikan masukan. Karena ada beberapa hal yang memang tergantung konteksnya ya. Kalau evaluasi dari sisi kinerja itu ada sendiri bagaimana cara kita kemudian mengevaluasi," jelasnya.

Kritik dari Warganet

Belakangan ini, Dody Hanggodo menjadi sorotan publik terkait dugaan hubungan kekerabatan dengan Komisaris PT Pembangunan Perumahan (PT PP) Tbk, Aisyah Zakiyyah, serta beredarnya surat administrasi perjalanan dinas ke Amerika Serikat yang mencantumkan anggota keluarganya. Kementerian Pekerjaan Umum sebelumnya menegaskan bahwa tidak ada penggunaan APBN untuk membiayai perjalanan keluarganya dan menyatakan bahwa dokumen yang beredar hanyalah kelengkapan administrasi pengurusan visa.

Beberapa hari setelahnya, Dody membatalkan kunjungan kerjanya. Ia juga memberikan tanggapan terhadap kritik yang diterimanya. Dody mengaku tidak merasa terganggu dengan kritik tersebut dan menganggap masukan dari publik sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.

"Enggak ada masalah. Kritik itu kan bagus. Kritik itu bagus membuat saya lebih bisa memperbaiki diri lagi ke depan. Enggak, enggak ada masalah," kata Dody di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada hari Senin, 20 Juli.

Artikel Terkait