Jakarta - Kasus dugaan pembuatan konten deepfake vulgar oleh RY, seorang mahasiswa dari Universitas Tanjungpura (Untan) di Pontianak, Kalimantan Barat, mulai terkuak setelah beberapa korban mengungkapkan pengalaman mereka. Saat ini, pihak kampus juga sedang melakukan penyelidikan terkait masalah ini.
Menurut informasi yang diperoleh dari detikKalimantan pada Jumat (15/5/2026), salah satu korban yang dikenal dengan inisial S menceritakan bahwa pada pekan lalu, RY dan rekan-rekannya dari angkatan yang sama sedang melaksanakan praktikum untuk mata kuliah Sistematika Mikroba. Dalam kegiatan tersebut, teman RY meminjam ponselnya untuk mendokumentasikan praktikum.
Penemuan Mengejutkan di Galeri Ponsel
Setelah selesai memotret, teman RY membuka galeri untuk melihat hasil dokumentasi. Namun, mereka terkejut menemukan banyak foto perempuan yang dikenal tersimpan di dalam ponsel tersebut. "Pas buka galeri, temannya heran kok banyak muka orang yang dia kenal. Pas dicek ternyata banyak sekali foto-foto tidak senonoh yang sudah diedit pelaku," ungkap S.
Beberapa hari setelah kejadian itu, berita mengenai kasus ini mulai menyebar di media sosial dan grup percakapan mahasiswa. S mengaku sangat terkejut ketika bangun tidur dan melihat grup percakapannya ramai membahas dugaan pembuatan konten deepfake vulgar tersebut. Ia menambahkan bahwa sebagian besar korban adalah teman dekat RY, termasuk teman dari SMA dan rekan satu jurusan di universitas.
Pihak Kampus Ambil Tindakan
Menanggapi kasus ini, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Untan memastikan bahwa masalah ini sudah dalam penanganan. "Sudah ditangani dan sedang dalam proses," kata Ketua Satgas PPKPT Untan, Emilya Kalsum, saat dihubungi oleh detikKalimantan.
Emilya Kalsum juga menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan instruksi kepada pimpinan fakultas terkait untuk menghentikan sementara aktivitas perkuliahan RY. Tindakan ini diambil untuk mendukung proses investigasi dan menciptakan ruang yang aman bagi korban serta terlapor selama penyelidikan berlangsung. "Dalam rangka pelaksanaan proses investigasi serta penciptaan ruang aman bagi korban dan terlapor, Satgas PPKPT Untan telah memberikan arahan kepada pimpinan fakultas agar menghentikan sementara perkuliahan," jelasnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius di kalangan mahasiswa dan masyarakat, mengingat dampak negatif dari penyebaran konten yang tidak pantas. Penanganan yang tepat diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban.