Fakta Nasional

Kebakaran Gunung Bromo Meluas, Akses Wisata Ditutup Total

Kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo hingga saat ini belum teratasi, menyebabkan penutupan total akses bagi wisatawan. Kebakaran ini dilaporkan terjadi sejak awal Agustus 2026 dan telah menghan...

N
Naufal Akbar
09 August 2026
36 pembaca
Kebakaran Bromo makin meluas. (Foto: M Rofiq/detikcom).
Kebakaran Bromo makin meluas. (Foto: M Rofiq/detikcom).

Kebakaran di kawasan Gunung Bromo masih berlangsung dan belum berhasil dipadamkan, mengakibatkan penutupan total bagi para wisatawan. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area Bromo pertama kali dilaporkan pada Senin, 3 Agustus 2026, yang melanda Blok Bantengan di kawasan tersebut.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah menutup sebagian akses wisata dari pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang. Kebakaran di Blok Bantengan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB pada hari yang sama.

Akses Wisata yang Masih Tersedia

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyatakan bahwa meskipun beberapa akses ditutup, masyarakat masih dapat mengunjungi kawasan Gunung Bromo melalui pintu masuk lain, seperti Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan. Namun, pengunjung hanya diperbolehkan sampai area Lautan Pasir dan tidak diizinkan memasuki wilayah Savana. "Memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan dan kenyamanan bersama," ujarnya.

Asal Usul Kebakaran dan Dugaan Penyebabnya

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, menjelaskan bahwa titik awal kebakaran berasal dari Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, yang bukan merupakan kawasan wisata. Ia menjelaskan bahwa titik api semakin meluas hingga menjangkau wilayah Kabupaten Malang. "Ini hari keempat, masih nyala (terbakar). Luas wilayah yang paling besar di wilayah Watugede, Kabupaten Probolinggo," ungkap Endrip.

Endrip juga menambahkan bahwa titik awal kebakaran terletak di jalur tikus yang digunakan masyarakat untuk mengakses Desa Argosari. Kebakaran ini diduga bukan disebabkan oleh faktor cuaca, melainkan akibat ulah manusia. "Kalau dugaan kita memang karena dari atas (sumber api). Dari atas punggungan (perbukitan) dari Bantengan ke arah Argosari," kata Rudijanta.

Kobaran api telah menjalar hingga sekitar 2 kilometer dari kawasan wisata Puncak B29, Desa Argosari. Petugas gabungan dari BPBD, Polres Lumajang, dan TNI telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api semakin mendekati kawasan wisata.

Penutupan Total dan Upaya Pemadaman

Akibat meluasnya kebakaran, kawasan wisata Gunung Bromo ditutup total. Penutupan ini berlaku di semua pintu masuk TNBTS, termasuk Cemorolawang, Wonokitri, Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro, mulai Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan. Wisatawan yang telah membeli tiket dapat melakukan penjadwalan ulang atau meminta pengembalian uang.

Proses pemadaman api masih terus dilakukan, dengan luas area yang terbakar mencapai sekitar 520 hektare. Tiga helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu pemadaman. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memimpin koordinasi untuk menyusun strategi pemadaman yang melibatkan operasi darat dan udara. "Kendala kita saat ini memang keterbatasan alat manual," ujar Emil.

Petugas terus berupaya memadamkan api di kawasan Gunung Bromo, dengan harapan kebakaran dapat segera teratasi dan akses wisata dapat dibuka kembali.

Artikel Terkait