Fakta Nasional

Kecelakaan KRL di Jakarta Barat Mengakibatkan Siswa SMA Tewas

Seorang siswa SMA berinisial DK (18) tewas setelah sepeda motornya tertemper kereta KRL di perlintasan antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper, Jakarta Barat, pada Kamis pagi.

A
Amara Rukmana
20 August 2026
34 pembaca
Ilustrasi garis polisi (Ari Saputra/detikcom)
Ilustrasi garis polisi (Ari Saputra/detikcom)

Jakarta - Kecelakaan tragis terjadi di antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper, Jakarta Barat, ketika sebuah sepeda motor tertemper oleh kereta KRL, mengakibatkan pengemudinya yang berinisial DK (18) meninggal dunia. Menurut keterangan dari pihak kepolisian, korban merupakan seorang siswa SMA.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, menjelaskan bahwa insiden ini berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 06.30 WIB. DK melintas dari arah utara menuju selatan saat kecelakaan terjadi.

Detail Kecelakaan

Joko menambahkan, saat korban mendekati perlintasan kereta api di Semanan Tembok Bolong, wilayah Kalideres, Jakarta Barat, sepeda motornya tertemper oleh KRL jurusan Tangerang yang melaju dari samping kirinya. Akibatnya, DK mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal di lokasi kejadian.

“Korban mengalami luka pada bagian kepala, meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara). Jenazah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Pengaruh Terhadap Perjalanan KRL

Peristiwa ini menyebabkan perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota dan Duri-Tangerang terhambat. Namun, setelah proses evakuasi selesai, perjalanan kembali normal. Saat ini, perjalanan KRL masih dalam tahap penguraian kepadatan akibat kecelakaan tersebut.

KAI Commuter menginformasikan melalui akun resmi mereka bahwa proses evakuasi untuk KRL 1183 (Bogor-Jakarta Kota) yang terdampak telah selesai, dan penanganan lebih lanjut dilakukan di Stasiun Manggarai. “Saat ini, perjalanan Commuter Line lintas Bogor-Jakarta Kota PP sudah dapat dilalui melalui dua jalur dan dalam penguraian kepadatan di lintas,” tambah KAI Commuter.

Sementara itu, penanganan rangkaian KRL No. 1914 lintas Duri-Tangerang yang tertemper sepeda motor di perlintasan tidak resmi juga telah selesai, dan perjalanan KRL kini dapat dilalui melalui dua jalur dengan penguraian kepadatan yang sedang berlangsung.

Artikel Terkait