Di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, rumah keluarga Azis Suraji menjadi target teror dari tetangganya. Akibat dari tindakan tersebut, keluarga Azis memutuskan untuk menjual rumah mereka. Insiden ini menarik perhatian publik dan menjadi viral di media sosial.
Rekaman dari kamera CCTV yang beredar menunjukkan seorang pria melemparkan helm ke arah rumah Azis. Sebelum melakukan tindakan tersebut, pria itu terlihat mondar-mandir dengan sepeda motor di depan pagar rumah korban. Pada kesempatan lain, pria yang sama juga terlihat membuang sampah ke halaman rumah Azis. Meskipun beberapa warga mencoba melerai, situasi tersebut justru menimbulkan keributan.
Awal Mula Konflik
Novita, anak dari Azis, menjelaskan bahwa teror tersebut bermula dari kesalahpahaman antara pelaku dan keluarganya. Kesalahpahaman ini terjadi ketika ibunya bercanda dengan suaminya yang merupakan warga negara asing dan tidak mengerti bahasa Indonesia. Akibat candaan tersebut, pelaku merasa tersinggung.
“Awal mulanya dulu kan suami saya WNA. Nggak mengerti bahasa Indonesia. Dia hanya paham kata-kata yang sarkas gitu, kayak intinya. Nah dia bercanda sama anaknya sampai nangis-nangis gitu. Terus mama bilang 'orang gila', biar anaknya ketawa segala macam, biar nggak nangis lagi,” ungkap Novita saat ditemui di rumahnya.
Novita melanjutkan, “Nah, katanya sakit hati sama perkataan mama saya 'orang gila', padahal nggak pernah ada sedikit pun keluarga saya yang ngatain dia pas kejadian.”
Teror yang Berlanjut
Setelah insiden tersebut, keluarga Novita mulai mengalami berbagai bentuk teror. Salah satunya adalah ketika pelaku menyetel musik dengan volume tinggi saat keluarga Novita mengadakan pengajian. “(Tahun) 2025, itu ketika, kenapa saya bilang nyetel musik itu benar adanya? Karena mama lagi pengajian ratiban malam Jumat. Wajar nggak tuh?” tanyanya.
Situasi ini membuat keluarga Novita merasa terasing dan kecewa. “Culture shock ya Mas, yang tadinya kita, satu, kita dari Kebagusan, Pasar Minggu, pindah. Awalnya tuh kita senang pindah ke sini. Pas kita punya tetangga seperti ini jadinya nyesel,” jelasnya.
Selain itu, pagar rumah mereka juga rusak akibat ditendang oleh pelaku. Teror verbal pun terjadi hampir setiap hari, membuat keluarga Novita merasa tertekan.
Keputusan untuk Pindah
Akibat dari teror yang terus-menerus, keluarga Azis Suraji berencana untuk pindah dari rumah mereka. Novita mengungkapkan, “Beneran mau dijual, ini karena ya kenyamanannya udah terganggu.”
Sebelumnya, ada tawaran untuk bertukar rumah, namun batal setelah penawar mengetahui situasi yang dihadapi keluarga Azis. “Dulu pernah ada tuh, udah ada yang mau tukaran rumah katanya gitu, terus pas tahu tetangganya kayak gini tuh ya udah pada nggak mau, nggak jadi,” tambahnya.
Laporan ke Polisi
Keluarga Novita akhirnya membuat laporan ke polisi pada Rabu (15/6) dengan nomor LP/B/1531/VII/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOK. “Iya baru buat LP semalam,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka, saat dimintai konfirmasi.
Pihak kepolisian kini sedang memeriksa saksi-saksi untuk menyelidiki kasus ini. Kasus tersebut ditangani oleh Polres Metro Depok, yang juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah Azis Suraji. Polisi mengamankan beberapa barang bukti terkait insiden ini.
“Petugas telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memeriksa pelapor dan sejumlah saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan,” demikian keterangan Polres Metro Depok di akun Instagram mereka.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk menangani kasus ini dengan cepat, transparan, dan akuntabel, guna memastikan masyarakat merasa aman. “Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tutupnya.