Jakarta - Arif Satria, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjawab kritik yang muncul dari netizen setelah memperlihatkan berbagai hasil inovasi di depan Presiden Prabowo Subianto di Istana pada Kamis (6/8/2026). Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah sepatu yang terbuat dari karet buatan para peneliti BRIN. Reaksi publik terhadap inovasi ini beragam, termasuk komentar yang menyindir BRIN karena dianggap hanya menghasilkan produk-produk umum, bukan teknologi canggih.
Pada acara Hari Teknologi Nasional (Harteknas) 2026, Arif mengungkapkan bahwa ia hanya tersenyum melihat berbagai pro dan kontra yang ada. Ia menjelaskan bahwa inovasi yang dipamerkan kepada Presiden mencakup pesawat terbang dan kapal nuklir, namun yang menjadi sorotan adalah sepatu tersebut. "Saya senyum sama semua orang-orang ini, karena kita menyampaikan kepada Pak Presiden, seluruh inovasi dari pesawat terbang, kapal nuklir, energy macam-macam, wow! Tapi yang muncul, sepatu," ucapnya dalam acara penghargaan Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2026 di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo BRIN, Jakarta, pada Senin (10/8/2026).
Inovasi Teknologi dalam Sepatu
Arif menyatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan pemberitaan yang beredar di media non-mainstream. Ia menjelaskan bahwa ada teknologi yang diterapkan dalam pembuatan sepatu tersebut. "Teknologi dari sepatu itu ada yang berasal dari karet. Itu butuh teknologi untuk mencampur karet supaya (sepatunya) nyaman," jelasnya. BRIN menegaskan bahwa mereka hanya bertanggung jawab dalam menciptakan teknologi sepatu, sementara proses produksinya akan melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sepatu yang dihasilkan ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Meskipun harganya terjangkau, sepatu ini dirancang agar nyaman, awet, dan mudah dirawat. "Untuk rakyat, orang miskin, butuh sepatu yang murah, butuh sepatu yang nyaman, butuh sepatu yang awet, butuh sepatu yang mudah dirawat, dan murah," tambahnya.
Beragam Inovasi Sepatu Lainnya
Selain sepatu berbahan karet, BRIN juga melakukan inovasi pada jenis sepatu lainnya. Arif menyebutkan adanya sepatu dengan teknologi tinggi, sepatu insol untuk terapi, serta sepatu yang dibuat dari limbah batubara. "Jadi bukan hanya karet yang saya pakai, tapi teknologi sepatu itu juga sangat banyak. Namun demikian ini adalah, kita memberikan solusi untuk teknologi bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu," ungkapnya.
Menurut Arif, inovasi yang diciptakan harus berempati terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menganalogikan bahwa apapun yang dilakukan pasti akan ada komentar dari orang lain. "Makanya tergantung dari sudut pandang mana. Kalau orang negative thinking ya sudah, apapun yang kita lakukan, dilakukan oleh itu selalu punya kelemahan," tuturnya.
Ia menekankan bahwa pihaknya berusaha melihat permasalahan dan memberikan solusi dari sudut pandang positif, termasuk menghadirkan sepatu yang terjangkau namun tetap nyaman digunakan.