Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan adanya ketidakselarasan antara kemajuan yang dicapai bangsa dengan kondisi sosial yang masih dialami oleh sebagian masyarakat. Pernyataan ini disampaikan saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR serta DPD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8).
Dalam pidatonya, Muzani memulai dengan memberikan apresiasi terhadap pencapaian Indonesia setelah lebih dari 81 tahun merdeka, yang ditandai dengan berbagai pembangunan infrastruktur dan pengembangan industri. "Bangsa kita telah membangun infrastruktur, memperluas pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, mengembangkan industri, memperkuat pertanian, memperluas perlindungan sosial, dan mengangkat jutaan warga dari kemiskinan,” ujarnya.
Realitas Sosial yang Masih Ada
Meski demikian, ia menekankan bahwa di tengah kemajuan tersebut, masih terdapat masalah mendasar yang dihadapi oleh anak-anak dan keluarga di berbagai daerah di Indonesia. Muzani menyebutkan, masih ada anak-anak yang pergi ke sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu. "Masih ada keluarga yang harus memilih antara membeli makanan atau membayar pengobatan,” imbuhnya.
Pentingnya Program Makan Bergizi Gratis
Menanggapi tantangan ini, Muzani menegaskan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah konkret dari pemerintah. Ia menilai program ini bukan hanya sekadar bantuan sosial, tetapi juga merupakan fondasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia di masa depan. "Program tersebut bukan semata-mata pembagian makanan. Ia merupakan bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas,” jelasnya.
Muzani juga menekankan bahwa pemenuhan gizi yang baik menjadi modal utama bagi anak-anak Indonesia agar dapat bersaing di tingkat global. "Mimpi kita semua memiliki anak-anak yang unggul dan bisa bersaing secara kompetitif," tutupnya.