Fakta Pendidikan

Kisah Inspiratif dr. Rabbania Hiksas, Raih IPK Sempurna di Spesialis Obgyn FKUI

dr. Rabbania Hiksas berhasil meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dalam pendidikan spesialis Obstetri dan Ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, sebuah pencapaian yan...

A
Agustinus Jaya Wiratama
27 August 2026
29 pembaca
Kunci Sukses dr. Rabbania Hiksas, Raih IPK Sempurna di Spesialis Obgyn FKUI
Kunci Sukses dr. Rabbania Hiksas, Raih IPK Sempurna di Spesialis Obgyn FKUI

JAKARTA - Mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00 dalam dunia akademik bukanlah hal yang mudah. Namun, dr. Rabbania Hiksas, BMedSc (Hons), SpOG, berhasil meraih nilai sempurna tersebut saat menyelesaikan pendidikan spesialis Obstetri dan Ginekologi. Dokter Rabbani merupakan salah satu peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Dalam sebuah acara, dr. Rabbania berbagi cerita mengenai perjalanan akademiknya, mulai dari pendidikan sarjana kedokteran di FKUI, pengalaman meraih gelar Bachelor of Medical Science di Melbourne, hingga suka duka selama menjalani pendidikan spesialis obgyn.

Dia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini. Menurut dr. Rabbani, hasil tersebut di luar harapannya dan bukanlah target yang ia kejar sejak awal. "Bersyukur, alhamdulillah bahwa memang dikasih kesempatan seperti ini. Agak cukup terkejut juga, nggak berekspektasi sama sekali," ujarnya.

Kunci Sukses: Konsistensi dan Manajemen Waktu

dr. Rabbania menjelaskan bahwa tidak ada strategi belajar khusus yang ia terapkan. Ia menyatakan bahwa kunci utama keberhasilannya terletak pada konsistensi dalam mengelola tugas dan tidak menunda pekerjaan, meskipun di tengah padatnya jadwal dan deadline yang datang bertubi-tubi. "Yang ternyata menurut saya paling penting adalah ternyata gimana kita bisa konsisten berusaha buat tidak menunda pekerjaan. Karena kan pasti banyak tuh deadline-deadline dan pasti bertubi-tubi juga. Jadi kalau bisa dikerjain, yang bisa dikerjain, dikerjain dulu aja," ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Rabbania menjelaskan bahwa pendidikan dokter spesialis tidak hanya berkaitan dengan menghafal materi dan menghadapi ujian tertulis, tetapi juga menuntut kemampuan intrapersonal yang baik, terutama dalam berkomunikasi dengan pasien serta para konsulen dan profesor pembimbing. "Yang dihadapi bukan cuma belajar lalu ujian tulis saja, tetapi juga bagaimana cara menghadapi manusia. Karena juga banyak menghadapi ujian dengan pasien secara langsung," jelasnya.

Tantangan dan Pengalaman Berharga

Walaupun tidak pernah terpikir untuk menyerah, dr. Rabbania mengakui bahwa rasa lelah dan keluhan adalah hal yang wajar. "Saya enggak pernah literally pengen menyerah. Karena, sejak awal saya sudah tahu bahwa ini adalah tujuan yang saya pilih dan saya perjuangkan sendiri. Jadi, menyerah bukan suatu pilihan buat saya," tuturnya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi dr. Rabbania adalah saat menghadapi pasien dalam kondisi kritis. Ia menjelaskan bahwa bidang obstetri dan ginekologi seringkali dihadapkan pada situasi yang dapat berubah dengan cepat. "Kalau ibu hamil dan melahirkan itu kan pada dasarnya orang sehat. Jadi ketika tiba-tiba terjadi kondisi yang mengancam nyawa, kita harus bisa mengambil keputusan dengan cepat," paparnya.

Sebagai dokter spesialis obgyn, dr. Rabbania menekankan pentingnya penurunan angka kematian ibu dan bayi sebagai salah satu isu kesehatan nasional yang memerlukan perhatian serius. Ia berpendapat bahwa upaya pencegahan harus dilakukan sejak sebelum kehamilan untuk mengantisipasi berbagai risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan maupun persalinan.

jpnn.com Sumber: jpnn.com

Artikel Terkait