Mohammed Adel Mohammed Al-faqeeh mencatatkan momen bersejarah saat diwisuda di Universitas Padjadjaran (Unpad) pada Rabu, 5 Agustus 2026. Sebelum kembali ke Yaman, ia menerima kabar menggembirakan bahwa ia dinyatakan sebagai lulusan S3 terbaik di acara wisuda tersebut. Pria asal Timur Tengah ini berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu 3,5 tahun.
Perjalanan pendidikan Al-faqeeh di Indonesia dimulai sejak ia menyelesaikan program S2 di Unpad. Sebelumnya, ia merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari Sana'a University di Yaman. Setelah lulus, Al-faqeeh mendapatkan informasi mengenai beasiswa Magister Kemitraan Negara Berkembang (KNB) yang ditawarkan di Indonesia.
Beasiswa dan Pendidikan di Indonesia
“Saat mengetahui ada penawaran beasiswa KNB, saya mendaftarkan diri dengan memilih dua universitas di Indonesia yang memiliki program studi Farmasi Klinik. Pilihan utamanya Universitas Padjadjaran karena dari informasi yang saya baca, kuliahnya lebih banyak praktik,” ungkap Al-faqeeh.
Untuk mempersiapkan studi dengan beasiswa KNB, Al-faqeeh mengikuti kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) secara daring, mengingat saat itu masih dalam masa pandemi Covid-19. Selama tinggal di Indonesia, ia bekerja di RS Hasan Sadikin, yang membantunya meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia melalui interaksi dengan dokter, perawat, dan pasien.
“Akhirnya, karena sering berinteraksi dengan native speaker, saya jadi bisa lebih lancar menggunakan Bahasa Indonesia, dan juga sedikit Bahasa Sunda,” tambah Al-faqeeh, yang merupakan anak pertama dari enam bersaudara.
Al-faqeeh berhasil menyelesaikan pendidikan S2 dalam waktu hanya tiga semester dengan meraih IPK sempurna 4,00. Setelah itu, ia melanjutkan studi S3 dan mendapatkan Beasiswa Program Doktor Padjadjaran (BPDP) dari Unpad, serta menyelesaikan program doktoralnya dengan IPK 3,89 dalam waktu 3,5 tahun. “Saya tidak ikut program fast track, tapi timeline yang ditempuh seperti fast track,” ujarnya.
Kenyamanan dan Pengalaman di Unpad
Selama berkuliah di Unpad, Al-faqeeh merasa nyaman dan tidak mengalami kesulitan berarti. Ia menganggap orang-orang di sekitarnya sangat ramah, sehingga ia dapat berkenalan dengan banyak orang. Kualitas serta fasilitas yang diberikan oleh Unpad juga membuatnya merasa betah.
“Unpad itu more than what I expected. Jadi, terima kasih Unpad. Fakultas Farmasi apalagi, lingkungannya sudah seperti keluarga sendiri. Jika ada masalah, semuanya bisa dibantu,” kata Al-faqeeh.
Selama studinya, Al-faqeeh berhasil menerbitkan sejumlah artikel ilmiah, beberapa di antaranya berhasil masuk ke jurnal internasional Scopus Q1 dan Scopus Q2. “Satu contoh saja terkait publikasi ilmiah. Teman-teman saya dari Yaman yang kuliah di tempat lain, mereka menghadapi kendala saat akan publikasi karya ilmiah. Salah satu alasannya karena biaya,” ujarnya.
Ia merasa bersyukur mendapatkan bimbingan dan dukungan dari dosen-dosen di Unpad sehingga dapat mempublikasikan banyak karya ilmiah.
Pesan untuk Mahasiswa dan Rencana ke Depan
Al-faqeeh juga memberikan tips kepada mahasiswa yang sedang menyusun karya ilmiah. “Saya mau kasih saran buat mahasiswa, saat buat karya ilmiah sebaiknya fokus dulu pada metodologi. Buat outline terkait metodologi, kalau sudah fix maka yang lain sudah tidak terlalu susah. Untuk kendala saat menulis dalam Bahasa Inggris, sekarang kan sudah ada teknologi AI yang bisa membantu bagaimana meningkatkan kualitas penulisan. Tapi jangan asal copy-paste. Lalu, harus membaca karena kalau otaknya kosong ya tidak bisa,” ujarnya.
Sebelum kembali ke Yaman, Al-faqeeh berencana untuk mencari peluang kolaborasi dengan Indonesia dan ingin mengembangkan kembali riset serta ilmunya di bidang farmasi. “Maksudnya, walaupun sudah selesai, walaupun sudah lulus, tapi pasti masih ada kolaborasi dengan Fakultas Farmasi Unpad,” tutupnya.