Depok - Keluarga Azis Suraji yang tinggal di Pancoran Mas, Depok, terlibat konflik dengan tetangga mereka yang berujung pada teror terhadap rumah mereka. Novita, anak dari Azis Suraji, menjelaskan bahwa teror tersebut dimulai dari kesalahpahaman ketika ibunya bercanda dengan suaminya yang merupakan warga negara asing (WNA).
"Awal mulanya dulu kan suami saya WNA. Nggak mengerti bahasa Indonesia. Dia hanya paham kata-kata yang sarkas gitu, kayak intinya lah. Nah dia bercanda sama anaknya sampai nangis-nangis gitu. Terus mama bilang 'orang gila', biar anaknya ketawa segala macam, biar nggak nangis lagi," ungkap Novita saat ditemui di kediamannya pada Jumat (17/7/2026).
Awal Mula Teror
Novita melanjutkan bahwa tetangga mereka merasa tersinggung dengan ucapan ibunya yang menyebut 'orang gila', meskipun ia menegaskan bahwa keluarganya tidak pernah menghina tetangga tersebut. "Nah, katanya sakit hati sama perkataan mama saya 'orang gila', padahal nggak pernah ada sedikit pun keluarga saya yang ngatain dia pas kejadian," tambahnya.
Setelah insiden itu, keluarga Novita mulai mengalami berbagai teror, salah satunya ketika tetangga mereka menghidupkan musik dengan volume tinggi saat keluarga Novita mengadakan pengajian. "Itu ketika, kenapa saya bilang nyetel musik itu benar adanya? Karena mama lagi pengajian ratiban malam Jumat. Wajar nggak tuh?" tanyanya.
Kenyamanan yang Terganggu
Situasi ini membuat keluarga Novita merasa terasing dan tidak nyaman. Ia mengungkapkan penyesalan atas keputusan mereka untuk pindah ke daerah tersebut. "Culture shock ya Mas, yang tadinya kita, satu, kita dari Kebagusan, Pasar Minggu, pindah. Awalnya tuh kita senang pindah ke sini. Pas kita punya tetangga seperti ini jadinya nyesel. Perasaannya tuh kayak nyesel kenapa pindah," jelasnya.
Karena ketidaknyamanan yang terus berlanjut, keluarga Azis Suraji berencana untuk menjual rumah mereka. "Beneran mau dijual, ini karena ya kenyamanannya udah terganggu," kata Novita. Ia juga menceritakan bahwa sempat ada tawaran untuk bertukar rumah, namun batal setelah pihak penawar mengetahui situasi dengan tetangga mereka.
Sebelumnya, sebuah rekaman CCTV menunjukkan seorang pria melempar helm ke rumah tetangga di Pancoran Mas, yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat pria tersebut mondar-mandir di depan pagar rumah korban sebelum melempar helm dengan keras ke dalam rumah.
Pada hari yang berbeda, pria yang sama juga terlihat membuang sampah ke rumah korban, meskipun beberapa warga berusaha melerai. Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka, mengonfirmasi bahwa korban telah membuat laporan polisi pada Rabu (15/6). "Iya baru buat LP semalam," ujar AKBP Made saat dimintai konfirmasi pada Kamis (16/7).
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk menyelidiki kasus tersebut, yang kini ditangani oleh Polres Metro Depok.