Jakarta - Adriano Jeconia Padama, seorang mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip), mencuri perhatian publik setelah mengadukan masalah harga beras di daerah asalnya, Alor, NTT, kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman. Peristiwa ini terjadi saat upacara penerimaan mahasiswa baru pada Kamis (6/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Adriano, yang akrab disapa Dede, memperkenalkan dirinya sebagai mahasiswa jurusan Hubungan Internasional di FISIP Undip. Ia menyatakan kebanggaannya bisa berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat di tempat kelahirannya. "Saya sangat senang dan bangga karena saya bisa berkontribusi dalam kesejahteraan masyarakat di tempat saya lahir. Dan saya bisa memberikan sesuatu bagi negara dan juga bagi saudara-saudara saya di Kabupaten Alor," ungkapnya melalui akun Instagram resmi Undip @undip.official yang diunggah pada Sabtu (8/8/2026).
Ajak Rektor Undip Kunjungi Alor
Dede juga mengundang Rektor Undip, Prof Dr Suharnomo, SE, MSi, untuk berkunjung ke kampung halamannya. Ia menyampaikan, "Jika Pak Rektor ingin datang ke Alor, Pak Rektor bisa datang ke sini. Ini adalah desa adat di Takpala. Saya sarankan Pak Rektor untuk datang ke sini karena di desa ini masih memegang nilai-nilai luhur."
Selanjutnya, Dede mengungkapkan bahwa harga beras di Alor sangat tinggi. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan beras di daerahnya tidak sebanding dengan kapasitas produksi. "Masalahnya Pak, kebutuhan beras kami itu sekitar 24-27 ton per tahun. Sedangkan kemampuan kami cuma bisa 10%, sehingga harga beras sering naik dan mahal," jelasnya.
Respon Menteri Pertanian
Pernyataan Dede menarik perhatian Menteri Pertanian, yang kemudian langsung menelepon pihak terkait untuk memastikan distribusi pangan ke Alor. "Oke Nak, saya ini nanti dirut (Bulog), kalau tidak ada gudang, bangun gudang di sana, gudang Bulog. Kemudian hari ini minta Dirut, sudah Dirut kirim beras di sana dan Insya Allah di sana harganya cuma Rp 12.500 ya," kata Mentan Amran Sulaiman.
Andi Amran juga menyampaikan bahwa Dede adalah mahasiswa teladan yang memperjuangkan rakyat kecil. "Kami sudah tunaikan janji di Undip. Kami datang langsung ke Alor sesuai aspirasi Adriano. Ini luar biasa," tambahnya.
Rektor Undip, Prof Dr Suharnomo, SE, MSi, merasa bangga dengan keberanian Dede dalam menyampaikan aspirasi untuk masyarakat. "Saya sangat senang dan bangga karena saya bisa berkontribusi dalam kesejahteraan masyarakat di tempat saya lahir dan saya bisa memberikan sesuatu bagi negara dan bagi saudara-saudara saya di Kabupaten Alor," kata Dede.