Fakta Pendidikan

Mahasiswa ITS Raih Tiga Gelar Juara di Jepang dengan Mobil Formula Listrik

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil mengukir prestasi di Jepang dengan meraih tiga penghargaan dalam kompetisi Formula SAE (FSAE) berkat inovasi mobil formula listrik Mark 6.0.

A
Agustinus Jaya Wiratama
16 August 2026
27 pembaca
Tim Anargya dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Foto: ITS
Tim Anargya dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Foto: ITS

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan prestasi luar biasa. Tim Anargya ITS EV Team berhasil meraih tiga gelar juara dalam ajang 24th Formula SAE (FSAE) di Jepang dengan mobil formula listrik terbaru mereka, Mark 6.0.

Dosen pendamping tim, Ir Alief Wikarta, ST, MSc Eng, PhD, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian ini. Ia menekankan bahwa prestasi ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dari tim tersebut. Alief menjelaskan bahwa mobil formula listrik Mark 6.0 merupakan generasi terbaru yang dikembangkan dengan pendekatan desain dan pemodelan yang lebih matang.

Tantangan yang Dihadapi Tim Anargya

Tim Anargya menghadapi berbagai tantangan dalam kompetisi ini, mulai dari aspek teknis, logistik, hingga koordinasi antaranggota dari berbagai departemen. Alief menyatakan bahwa tim ITS mampu mengatasi tantangan-tantangan tersebut melalui bimbingan yang intensif, evaluasi yang berkelanjutan, dan pengambilan keputusan yang berbasis data.

Penghargaan yang Diperoleh

Dalam kompetisi 24th Formula SAE (FSAE) Japan 2026 yang berlangsung di Aichi Sky Expo, Tim Anargya ITS berhasil meraih tiga penghargaan, yaitu:

  • Juara 1 Three-View Drawing Awards (EV)
  • Juara 2 MathWorks Modelling Awards (EV)
  • Juara 2 PR Awards

Alief menjelaskan bahwa mobil formula listrik Mark 6.0 mendapatkan juara pertama dalam kategori Three-View Drawing karena dinilai memiliki keunggulan dalam ketelitian visualisasi teknis. Sementara itu, kategori MathWorks Modelling yang meraih juara kedua menunjukkan simulasi performa kendaraan listrik yang sangat baik.

“Kolaborasi lintas departemen menjadi kunci keberhasilan proses dari desain hingga presentasi,” jelas Alief, seperti yang dilaporkan oleh ITS.

Alief juga menambahkan bahwa dosen dari Departemen Teknik ITS tidak hanya memberikan arahan dari sisi teknis, tetapi juga dalam hal presentasi dan dokumentasi, yang berkontribusi pada perolehan juara kedua dalam kategori PR Awards.

“Capaian gemilang tersebut merupakan buah dedikasi seluruh anggota Anargya ITS EV Team yang berasal dari berbagai departemen di ITS,” kata Alief.

Mobil yang dirancang oleh mahasiswa ITS ini juga mengintegrasikan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-7 yang berhubungan dengan energi bersih dan terjangkau, serta poin ke-9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur melalui pengembangan kendaraan listrik yang efisien. Selain itu, mobil formula listrik Mark 6.0 juga mendukung SDGs poin ke-13 yang berkaitan dengan penanganan perubahan iklim.

“Semoga ITS terus menjadi kampus pendorong lahirnya inovasi baru sebagai Home of Champions,” tutup dosen Laboratorium Mekanika Benda Padat ITS tersebut.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait