Fakta Pendidikan

Mahasiswa Undana Viral Karena Pembatalan Ujian, Ini Penjelasan Resmi dari Kampus

Sebuah video yang viral menunjukkan seorang mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) mengalami tekanan mental akibat pembatalan mendadak ujian skripsi. Pihak Undana memberikan klarifikasi terkait i...

N
Naufal Akbar
06 August 2026
44 pembaca
Konferensi Pers Undana terkait viralnya mahasiswa yang disebut ditolak sidang skripsi 12 kali. Foto: YouTube/Official Universitas Nusa Cendana
Konferensi Pers Undana terkait viralnya mahasiswa yang disebut ditolak sidang skripsi 12 kali. Foto: YouTube/Official Universitas Nusa Cendana

Jakarta - Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan seorang mahasiswa dari Universitas Nusa Cendana (Undana) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga mengalami depresi akibat pembatalan mendadak ujian skripsi oleh dosen penguji. Mahasiswa tersebut dikabarkan telah ditolak untuk ujian sebanyak 12 kali. Menanggapi situasi ini, Undana mengeluarkan pernyataan resmi melalui konferensi pers yang dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026) sore waktu setempat.

Wakil Rektor IV, Prof Philiphi de Rozari, memberikan klarifikasi mengenai kondisi mahasiswa yang dikenal dengan inisial JS. Ia menyatakan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan JS tidak mengalami depresi, melainkan mengalami kelelahan dan kecemasan yang berdampak pada kesehatan fisiknya. JS sempat dirawat di rumah sakit, namun kini telah kembali ke rumah dan sedang dalam proses pemulihan. Philiphi juga meminta doa agar proses pemulihan JS berjalan dengan baik.

Bantahan Terkait Pembatalan Ujian

Lebih lanjut, Philiphi menegaskan bahwa isu mengenai pembatalan 12 kali ujian skripsi tidaklah benar. Ia menjelaskan bahwa kejadian yang dialami JS disebabkan oleh ketidakcocokan jadwal antara pembimbing, penguji, dan mahasiswa. "Pembatalan 12 kali ujian skripsi di media itu tidak benar dan proses yang terjadi itu adalah penyesuaian jadwal untuk melakukan seminar proposal dan seminar hasil. Jadi bukan ujian skripsi," ungkapnya.

Philiphi menjelaskan bahwa tahapan tugas akhir bagi mahasiswa S1 dimulai dari seminar proposal, dilanjutkan dengan seminar hasil, dan diakhiri dengan ujian skripsi. Setiap tahap memerlukan penyesuaian jadwal antara pembimbing, penguji, dan mahasiswa. Ia menambahkan bahwa komunikasi antara JS dan pembimbing serta penguji berlangsung dengan baik, dan mereka selalu responsif terhadap pertanyaan JS.

Investigasi dan Rekomendasi Perbaikan

Setelah kasus ini viral dan menarik perhatian publik, Philiphi menekankan bahwa Undana telah melakukan investigasi menyeluruh dan independen untuk memahami kronologi dan fakta-fakta yang ada. Pihak kampus juga telah mengunjungi rumah sakit tempat JS dirawat, yang dilakukan langsung oleh Rektor Undana, Prof Dr Ir Jefri S Bale.

Dalam proses investigasi, Undana membentuk tim khusus untuk mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Tim ini menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan dan bertujuan untuk memberikan penjelasan yang komprehensif dan objektif. Philiphi menyatakan bahwa hasil investigasi akan digunakan untuk merekomendasikan perbaikan dalam kebijakan dan prosedur yang ada di Undana, terutama terkait mekanisme penjadwalan ujian skripsi dan komunikasi dengan mahasiswa.

Rektor Undana, Prof Jefri, juga mengungkapkan bahwa Mendikti Saintek, Brian Yuliarto, telah menghubungi JS melalui panggilan video untuk menanyakan kabarnya dan menyatakan dukungan penuh agar mahasiswa tersebut dapat pulih dan menyelesaikan studinya.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait