Fakta Pendidikan

Mahasiswa Undip Dapat Beasiswa S2 Setelah Adukan Harga Beras ke Mentan

Adriano Jeconia Padama, mahasiswa baru Universitas Diponegoro, mendapatkan beasiswa S2 setelah mengadukan masalah harga beras di kampung halamannya kepada Menteri Pertanian. Kini, ia akan melanjutkan...

A
Agustinus Jaya Wiratama
11 August 2026
28 pembaca
Foto: Undip
Foto: Undip

Jakarta - Adriano Jeconia Padama, yang akrab disapa Dede, merupakan mahasiswa baru di Universitas Diponegoro (Undip) yang awalnya hanya ingin menyampaikan keluhan mengenai harga beras di daerahnya, Alor, NTT, kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Kini, Dede menerima beasiswa untuk program S2 double degree di Undip dan University of Sheffield, Inggris.

"Sebagai apresiasi, mudah-mudahan Mas Adriano bisa bertumbuh dengan Undip, mungkin tiga setengah tahun lagi, atau empat tahun mudah-mudahan lulus maksimal. Kita akan kirim Mas Adriano ke Sheffield University, University of Sheffield di UK, dengan beasiswa dari Universitas Diponegoro," ungkap Rektor Undip, Prof Suharnomo, seperti yang diungkapkan melalui akun Instagram resmi Undip, @undip.official, pada Selasa (11/8/2026).

Beasiswa Double Degree untuk Dede

Dede akan mengikuti program Magister Administrasi Publik di Undip dan MA in Politics, Governance & Public Policy di University of Sheffield. Rektor Suharnomo berharap, "Kami berharap Mas Adriano nanti tumbuh, berkembang, dan memberikan dampak lebih luas lagi, tidak hanya untuk masyarakat Alor, tapi juga masyarakat NTT, secara umum untuk kita semua, bangsa Indonesia."

Kisah Viral Dede Mengadu ke Mentan

Dede mengaku tidak menyangka bahwa aksinya mengadukan harga beras di kampung halamannya kepada Mentan Amran akan berujung pada pemberian beasiswa S2 ke Inggris. "Kesannya pasti saya senang. Walaupun saya sebenarnya tidak expect akan cerita seperti ini, karena pikiran saya adalah saya sampaikan dulu apa yang harus saya sampaikan. Tapi jika sudah sampai seperti ini, ya enak, Tuhan, terima kasih," kata Dede.

Sebelumnya, Dede menjadi viral setelah mengungkapkan keluhannya mengenai harga beras yang sangat tinggi di Alor saat upacara penerimaan mahasiswa baru Undip pada Kamis (6/8/2026). Ia menjelaskan bahwa kebutuhan beras di daerahnya tidak sebanding dengan kapasitas produksi. Dede meminta perhatian dari Mentan Amran terkait masalah distribusi beras di daerah terpencil tersebut.

Dede menjelaskan, "Masalahnya Pak, kebutuhan beras kami itu sekitar 24-27 ton per tahun. Sedangkan kemampuan kami cuma bisa 10%, sehingga harga beras sering naik dan mahal." Ia juga menambahkan bahwa satu-satunya akses distribusi ke daerahnya adalah melalui kapal, yang sering terhambat saat musim hujan.

Ia melanjutkan, "Yang saya khawatirkan adalah banyak anak kecil yang terpaksa makan umbi-umbian dan yang saya tahu adalah kalau mereka makan umbi-umbian dari kecil, maka perut mereka akan penuh dengan gas, sehingga akan membesar dan, mohon maaf tapi, lubang pembuangan mereka akan mengecil. Itu benar-benar sangat menyakitkan, Pak."

Dede juga menyebutkan bahwa di Alor terdapat sekitar 300 ribu penduduk, dengan harga beras di kota sekitar Rp 13-15 ribu, sedangkan di pedalaman bisa mencapai Rp 17-18 ribu. "Tapi kalau saat krisis, yang di pedalaman itu bisa sampai Rp 25 atau 30 ribu per kilo, Pak," jelasnya.

Keluhan Dede mendapat tanggapan dari Mentan. Dalam forum tersebut, Andi Amran Sulaiman langsung menghubungi pihak terkait untuk melakukan pengecekan dan intervensi distribusi pangan ke Alor. "Oke Nak, saya ini nanti dirut (Bulog) tadi, kalau tidak ada gudang, bangun gudang di sana, gudang Bulog. Kemudian hari ini minta Dirut, sudah Dirut kirim beras di sana dan insya Allah di sana harganya cuma Rp 12.500 ya. Merata sampai daerah, seluruh pulau kita penuhi," kata Mentan Amran.

Mentan dan timnya kemudian berkunjung ke Alor dan mengajak Dede. Ia menyebut Dede sebagai mahasiswa teladan yang memperjuangkan rakyat kecil dengan cara yang langsung dan tanpa pencitraan. "Halo, saya Adriano Jekonia Padama, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Diponegoro. Saya sangat senang dan bangga karena saya bisa berkontribusi dalam kesejahteraan masyarakat di tempat saya lahir. Dan saya bisa memberikan sesuatu bagi negara dan juga bagi saudara-saudara saya di Kabupaten Alor," tutup Dede dalam unggahan Instagram resmi Undip @undip.official.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait